Peran Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari Dibeberkan
Minggu, 24 Mei 2026 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Dr. Dwi Larso selaku Direktur Beasiswa LPDP membahas pentingnya memahami kecerdasan secara lebih luas sebagai modal utama Indonesia dalam menghadapi perubahan global, transformasi teknologi, dan tantangan masa depan.
Melalui sesi-sesi bertajuk “Nature AND Nurture: Not ONE, but BOTH,” “Diversity of Intelligence”, serta “Journey of Intelligence”, audiens diajak untuk tidak hanya memahami bagaimana kecerdasan manusia terbentuk melalui interaksi antara faktor bawaan dan lingkungan.
Committee Chairman sekaligus Director of Knowledge Center and Outreach Mensa Indonesia, Radita Sonix, membawakan closing remarks bertajuk “The Future of Intelligence: When Human Potential Meets Artificial Capability,” dimana beliau mengajak merefleksikan bagaimana kecerdasan manusia justru semakin penting di tengah perkembangan zaman Artificial Intelligence (AI).
AI dipandang bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai momentum bagi manusia untuk terus mengembangkan kualitas, karakter, dan potensi kecerdasan yang dimilikinya. “Masa depan akan dimiliki oleh mereka yang mampu menggabungkan human potential dengan artificial capability secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab,” tutup Radita Sonix.
Melalui sesi-sesi bertajuk “Nature AND Nurture: Not ONE, but BOTH,” “Diversity of Intelligence”, serta “Journey of Intelligence”, audiens diajak untuk tidak hanya memahami bagaimana kecerdasan manusia terbentuk melalui interaksi antara faktor bawaan dan lingkungan.
Committee Chairman sekaligus Director of Knowledge Center and Outreach Mensa Indonesia, Radita Sonix, membawakan closing remarks bertajuk “The Future of Intelligence: When Human Potential Meets Artificial Capability,” dimana beliau mengajak merefleksikan bagaimana kecerdasan manusia justru semakin penting di tengah perkembangan zaman Artificial Intelligence (AI).
AI dipandang bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai momentum bagi manusia untuk terus mengembangkan kualitas, karakter, dan potensi kecerdasan yang dimilikinya. “Masa depan akan dimiliki oleh mereka yang mampu menggabungkan human potential dengan artificial capability secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab,” tutup Radita Sonix.
(wbs)
Lihat Juga :