Dukung Keberlanjutan, Gerakan Jaga Lingkungan Hidup Digencarkan
Senin, 25 Mei 2026 - 22:58 WIB
loading...
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Rasio Ridho Sani. FOTO/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan dinilai perlu memberi perhatian yang seimbang terhadap masyarakat sekitar dan lingkungan hidup dalam menjalankan operasional bisnisnya.
Prinsip tersebut kembali ditegaskan dalam ajang TOP CSR Awards 2026 yang menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Rasio Ridho Sani, M.Com., MPM, mengatakan regulator lingkungan di Indonesia sejatinya telah membicarakan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) sejak 1995 melalui penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper).
Menurut Rasio Ridho Sani, pembangunan berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila pemerintah dan dunia usaha berjalan bersama dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Perusahaan harus profit sekaligus memenuhi aturan yang ada,” ujar Rasio dalam sambutannya.
Ia menekankan, perusahaan tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga perlu memiliki langkah konkret dalam mendukung sustainability atau keberlanjutan.
Prinsip tersebut kembali ditegaskan dalam ajang TOP CSR Awards 2026 yang menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Rasio Ridho Sani, M.Com., MPM, mengatakan regulator lingkungan di Indonesia sejatinya telah membicarakan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) sejak 1995 melalui penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper).
Menurut Rasio Ridho Sani, pembangunan berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila pemerintah dan dunia usaha berjalan bersama dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Perusahaan harus profit sekaligus memenuhi aturan yang ada,” ujar Rasio dalam sambutannya.
Ia menekankan, perusahaan tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga perlu memiliki langkah konkret dalam mendukung sustainability atau keberlanjutan.
Lihat Juga :