Mengapa Robot Bisa Bikin Perang Semakin Menjadi Lebih Dahsyat?
Senin, 18 Mei 2026 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Hochberg menjelaskan: "Robot-robot tersebut memproses sejumlah data yang mereka lihat dan dengar di sekitarnya untuk membuat keputusan yang biasanya dibuat oleh manusia, seperti mengidentifikasi musuh dan menembak."
Robot tempur merupakan bagian dari kelas senjata otonom mematikan (LAWS) yang sedang berkembang, yang juga mencakup kendaraan udara tak berawak (UAV) yang dikendalikan oleh AI.
Departemen Perang AS menyatakan bahwa senjata-senjata ini mampu mengidentifikasi target secara mandiri dan menggunakan persenjataan terintegrasi untuk menyerang dan menghancurkannya tanpa kendali manusia secara manual. Namun, dalam beberapa kasus, keterlibatan manusia dalam proses pengambilan keputusan masih diperlukan.
Sebagai contoh, pada November 2025, militer Tiongkok meluncurkan robot tempur yang mensimulasikan gerakan manusia yang dikendalikan dari jarak jauh, menggunakan AI waktu nyata. Karena membutuhkan kendali manusia, robot tersebut tidak sepenuhnya otonom.
Selain itu, pada April tahun yang sama, robot humanoid Tien Kung Ultra Tiongkok mencetak sejarah dengan memenangkan lomba lari setengah maraton robot humanoid pertamadi duniadi Beijing, meskipun membutuhkan tiga orang untuk mengendalikannya.
Robot tempur merupakan bagian dari kelas senjata otonom mematikan (LAWS) yang sedang berkembang, yang juga mencakup kendaraan udara tak berawak (UAV) yang dikendalikan oleh AI.
Departemen Perang AS menyatakan bahwa senjata-senjata ini mampu mengidentifikasi target secara mandiri dan menggunakan persenjataan terintegrasi untuk menyerang dan menghancurkannya tanpa kendali manusia secara manual. Namun, dalam beberapa kasus, keterlibatan manusia dalam proses pengambilan keputusan masih diperlukan.
Sebagai contoh, pada November 2025, militer Tiongkok meluncurkan robot tempur yang mensimulasikan gerakan manusia yang dikendalikan dari jarak jauh, menggunakan AI waktu nyata. Karena membutuhkan kendali manusia, robot tersebut tidak sepenuhnya otonom.
Selain itu, pada April tahun yang sama, robot humanoid Tien Kung Ultra Tiongkok mencetak sejarah dengan memenangkan lomba lari setengah maraton robot humanoid pertamadi duniadi Beijing, meskipun membutuhkan tiga orang untuk mengendalikannya.
Lihat Juga :