Mengapa Robot Bisa Bikin Perang Semakin Menjadi Lebih Dahsyat?

Senin, 18 Mei 2026 - 11:16 WIB
loading...
A A A
Saat ini, Tiongkok memiliki keunggulan yang jelas dibandingkan AS karena telah mengembangkan dan mengerahkan sejumlah besar robot di luarmiliter. Menurut laporan New York Times tahun 2025, jumlah robot yang beroperasi di Tiongkok lebih besar daripada gabungan seluruh dunia. New York Post juga setuju, menyatakan bahwa Tiongkok memiliki "hampir 10 kali lebih banyak robot di pabrik daripada AS."

Pada tahun 2025, Federasi Robotika Internasional (IFR), sebuah kelompok perdagangan nirlaba untuk produsen robotika, melaporkan bahwa jumlah robot operasional di Tiongkok telah melampaui 2 juta pada tahun sebelumnya. Menurut Popular Mechanics, jumlah tersebut terus meningkat sejak saat itu. Bahkan, pada tahun 2024 saja, Tiongkok memasang sekitar 295.000 robot. Menurut laporan IFR, pada tahun yang sama, AS memasang sedikit lebih dari 34.000 robot, yang sebagian besar diimpor dari Eropa dan Jepang.

Meskipun China memiliki keunggulan awal dalam skala, AS memiliki data pertempuran selama beberapa dekade. Bahkan, AS telah mengirim dua robot ke Ukraina untuk melakukan pengintaian di garis depan. Hal ini memberi AS keuntungan yang jelas karena militer dapat menggunakan data yang dikumpulkan dari eksperimen tersebut untuk mengoptimalkan versi AI tentara di masa mendatang.

Namun, tidak ada teknologi yang sempurna, terutama di medan perang. Dr. Kanaka Rajan, seorang ahli neurosains komputasional yang mengkhususkan diri dalam penelitian AI di Universitas Harvard, mencatat bahwa penerapan AI pada senjata secara umum memiliki banyak risiko.

Pakar ini memperingatkan bahwa manusia dapat menggunakan teknologi otomatis bertenaga AI untuk menghindari tanggung jawab. Ia juga mencatat bahwa senjata AI menghilangkan biaya manusia dalam peperangan, yang dapat menyebabkan konsekuensi yang lebih serius. “Secara politis, melancarkan perang menjadi lebih mudah, yang dapat menyebabkan lebih banyak korban dan kehancuran,” tegas Rajan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Jepang Siap Bangun Kapal...
Jepang Siap Bangun Kapal Perang Super Terbesar dalam Sejarah
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved