Geger Laporan IDC: 60% Perusahaan Dunia Buang Laptop Lama demi AI PC!

Senin, 11 Mei 2026 - 09:52 WIB
loading...
A A A

Mengapa Harus AI PC?

Dulu, semua beban AI dilempar ke cloud. Sekarang tidak lagi. Ada tiga alasan utama mengapa bos-bos IT rela merogoh kocek:

•⁠ ⁠Produktivitas (59%): Karyawan bisa kerja lebih cepat.
•⁠ ⁠Inovasi (39%): Mempercepat siklus ide menjadi produk.
•⁠ ⁠Keamanan (35%): Mengolah data sensitif langsung di perangkat, bukan di server pihak ketiga.
Hasilnya nyata. Sebanyak 70% pengguna melaporkan performa lebih cepat dan latensi rendah. Lalu 66% merasakan lonjakan produktivitas, dan 58% merasa data mereka lebih aman berkat pemrosesan on-device.

Menuju Era Agentic AI: AI yang "Berpikir" Sendiri

Ini yang menarik. Kita sedang bergeser dari AI pasif ke Agentic AI. Ini adalah sistem yang bisa membuat rencana, mengeksekusi tugas, dan beradaptasi tanpa harus disuapi perintah setiap saat.

IDC memprediksi dampaknya sangat dekat:
•⁠ ⁠70% organisasi yakin sistem ini akan mengubah alur kerja karyawan dalam 2 tahun.
•⁠ ⁠31% bahkan percaya dampaknya akan terasa dalam kurang dari 12 bulan.

Untuk menjalankan ini, spesifikasi perangkat tidak bisa main-main. Sebanyak 59% pemimpin IT menyatakan bahwa NPU (Neural Processing Unit) berkinerja tinggi adalah syarat mati. Tanpa NPU, laptop Anda hanyalah mesin ketik yang mahal di era asisten otonom.

Siapa yang Paling Cepat Berubah?

Penggunaan AI PC tidak merata di semua divisi, namun polanya jelas. Divisi IT memimpin di angka 73%, disusul operasional (42%), pemasaran (38%), dan HR (31%). Menariknya, divisi penjualan justru turun ke angka 24% di tahun 2026.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DeepSeek Siap Kembangkan...
DeepSeek Siap Kembangkan Chip AI Sendiri, Ini Bocorannya
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai $10,9 Miliar?
Tingkatkan Efektivitas...
Tingkatkan Efektivitas Layanan, Halodoc Andalkan AI untuk Dukung Dokter dan Pasien
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Rekomendasi
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Berita Terkini
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved