Belajar dari Iran, Hizbullah Ciptakan Drone Murah untuk Serang Israel

Minggu, 03 Mei 2026 - 21:08 WIB
loading...
A A A
Arie Aviram, seorang ahli INSS, mengatakan bahwa karena UAV ini tidak mengirimkan sinyal melalui gelombang radio, mereka tidak dapat dideteksi oleh intelijen elektronik atau dinetralisir oleh peperangan elektronik. Hal ini memaksa tentara Israel untuk bergantung pada radar atau pengamatan langsung, yang seringkali membuat mereka kekurangan waktu untuk bereaksi.

Menurut para analis, penggunaan UAV serat optik oleh Hizbullah merupakan manifestasi dari peperangan asimetris. Baru-baru ini, kelompok tersebut meningkatkan penggunaan jenis senjata ini sebagai pengganti serangan rudal yang sebelumnya mereka lakukan.

Biaya perakitan setiap UAV berkisar dari beberapa ratus hingga sekitar $4.000 tergantung pada komponennya, yang dapat dibeli di platform online. Youssef al Zein, manajer media Hizbullah, mengkonfirmasi pada 1 Mei bahwa kelompok tersebut menggunakan UAV ini dan menyatakan bahwa UAV tersebut diproduksi di Lebanon, dengan tujuan untuk "mengeksploitasi kelemahan" di Israel.

Dari perspektif Israel, penggunaan sistem pertahanan udara modern untuk mencegat UAV murah dianggap hemat biaya. Menurut Aviram, sistem laser seperti Iron Beam bisa menjadi solusi yang tepat jika diterapkan secara luas, meskipun belum umum digunakan.

Pada tanggal 11 April,Kementerian PertahananIsrael meminta usulan untuk mencari solusi dalam melawan drone FPV yang dipandu serat optik. Gambar-gambar terbaru menunjukkan kendaraan militer yang ditutupi jaring pelindung untuk meminimalkan risiko.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Rekomendasi
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved