Era Baru Apple Dimulai: Ternus Masuk, Saham Meroket Capai Rp67.000 Triliun
Sabtu, 02 Mei 2026 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
Di pasar China, Apple berhasil membalikkan keadaan dengan pendapatan USD20,49 miliar (Rp348,3 triliun), melampaui target analis di angka USD18,9 miliar.
![Era Baru Apple Dimulai: Ternus Masuk, Saham Meroket Capai Rp67.000 Triliun]()
Sektor komputer juga menunjukkan taji; pendapatan Mac mencapai USD8,39 miliar (Rp142,6 triliun). Keberhasilan ini didorong oleh peluncuran MacBook Neo seharga USD599 (Rp10.183.000) pada Maret lalu dan lonjakan permintaan Mac mini sebagai mesin pengolah AI (OpenClaw).
Sementara itu, sektor layanan (Services) terus menjadi mesin uang dengan pendapatan USD30,97 miliar (Rp526,5 triliun).
Analis IDC mencatat bahwa pengiriman ponsel pintar global sebenarnya turun 4,1% menjadi 289,7 juta unit pada kuartal pertama 2026. Namun, Apple tetap kokoh di segmen premium.
Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC, menyatakan bahwa Apple mungkin akan menaikkan harga seri Pro di masa depan untuk menjaga margin.
"Kehadiran iPhone Fold yang diperkirakan dibanderol di atas $2.200 (Rp37,4 juta) akan membantu menyeimbangkan kenaikan biaya produksi akibat kelangkaan chip memori global," ungkapnya.

Sektor komputer juga menunjukkan taji; pendapatan Mac mencapai USD8,39 miliar (Rp142,6 triliun). Keberhasilan ini didorong oleh peluncuran MacBook Neo seharga USD599 (Rp10.183.000) pada Maret lalu dan lonjakan permintaan Mac mini sebagai mesin pengolah AI (OpenClaw).
Sementara itu, sektor layanan (Services) terus menjadi mesin uang dengan pendapatan USD30,97 miliar (Rp526,5 triliun).
Analis IDC mencatat bahwa pengiriman ponsel pintar global sebenarnya turun 4,1% menjadi 289,7 juta unit pada kuartal pertama 2026. Namun, Apple tetap kokoh di segmen premium.
Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC, menyatakan bahwa Apple mungkin akan menaikkan harga seri Pro di masa depan untuk menjaga margin.
"Kehadiran iPhone Fold yang diperkirakan dibanderol di atas $2.200 (Rp37,4 juta) akan membantu menyeimbangkan kenaikan biaya produksi akibat kelangkaan chip memori global," ungkapnya.
Lihat Juga :