Lewat Inovasi dan Teknologi, BPDP Dorong Riset Sawit, Kakao, dan Kelapa
Kamis, 30 April 2026 - 21:33 WIB
loading...
Program Grant Riset BPDP 2026. FOTO/ Dok SindoNews
A
A
A
BEIJING - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melaksanakan kegiatan Webinar untuk menjadi panduan pendaftaran proposal pendanaan penelitian melalui program Grant Riset BPDP 2026.
Transformasi lembaga yang kini mencakup pengelolaan dana untuk komoditas Kelapa Sawit, Kakao, dan Kelapa ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat kedaulatan sektor perkebunan nasional melalui inovasi dan teknologi.
Program ini dirancang untuk memastikan bahwa riset tidak hanya berhenti di meja laboratorium, tetapi mampu memberikan solusi aplikatif bagi tantangan industri dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh penjuru Indonesia.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan bahwa perluasan mandat lembaga tahun ini membawa semangat inklusivitas yang lebih besar.
Menurutnya, BPDP memberikan ruang seluas-luasnya bagi para peneliti untuk mengeksplorasi potensi di tiga komoditas utama tanpa ada pembatasan jumlah riset yang kaku di tiap kategorinya.
"Tahun ini, kami akan melihat riset-riset yang berdampak bagi kakao, kelapa, dan sawit. Kami tidak akan membatasi atau menentukan jumlahnya masing-masing secara spesifik. Penting bagi kita agar hasil dari riset kita menjadi maksimal pemanfaatannya menuju komersialisasi," jelas Mohammad Alfansyah.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan program ini akan diukur dari sejauh mana hasil riset dapat dimanfaatkan secara nyata oleh para pemangku kepentingan guna meningkatkan nilai tambah produk perkebunan Indonesia di pasar global.
Sejalan dengan visi tersebut, salah satu Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Dr. Tony Liwang, menekankan pentingnya kualitas luaran (output) dari setiap proposal yang diajukan. Tony merinci standar ketat yang menjadi acuan penilaian agar dana yang disalurkan dapat tepat sasaran pada riset yang memiliki daya guna tinggi.
Transformasi lembaga yang kini mencakup pengelolaan dana untuk komoditas Kelapa Sawit, Kakao, dan Kelapa ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat kedaulatan sektor perkebunan nasional melalui inovasi dan teknologi.
Program ini dirancang untuk memastikan bahwa riset tidak hanya berhenti di meja laboratorium, tetapi mampu memberikan solusi aplikatif bagi tantangan industri dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh penjuru Indonesia.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan bahwa perluasan mandat lembaga tahun ini membawa semangat inklusivitas yang lebih besar.
Menurutnya, BPDP memberikan ruang seluas-luasnya bagi para peneliti untuk mengeksplorasi potensi di tiga komoditas utama tanpa ada pembatasan jumlah riset yang kaku di tiap kategorinya.
"Tahun ini, kami akan melihat riset-riset yang berdampak bagi kakao, kelapa, dan sawit. Kami tidak akan membatasi atau menentukan jumlahnya masing-masing secara spesifik. Penting bagi kita agar hasil dari riset kita menjadi maksimal pemanfaatannya menuju komersialisasi," jelas Mohammad Alfansyah.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan program ini akan diukur dari sejauh mana hasil riset dapat dimanfaatkan secara nyata oleh para pemangku kepentingan guna meningkatkan nilai tambah produk perkebunan Indonesia di pasar global.
Sejalan dengan visi tersebut, salah satu Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Dr. Tony Liwang, menekankan pentingnya kualitas luaran (output) dari setiap proposal yang diajukan. Tony merinci standar ketat yang menjadi acuan penilaian agar dana yang disalurkan dapat tepat sasaran pada riset yang memiliki daya guna tinggi.
Lihat Juga :