Rusia dan Amerika Serikat Berebut Kuasai Planet Venus

Minggu, 20 September 2020 - 06:03 WIB
loading...
Rusia dan Amerika Serikat...
Ilustrasi Planet Venus. FOTO/ IST
A A A
MOSCOW - Para ilmuwan mendeteksi adanya potensi kehidupan lain di luar Planet Bumi. Mereka menemukan gas yang sangat asam di Venus, yang disebut fosfin. Kandungan pada gas tersebut menunjukkan adanya mikroba yang memungkinkan adanya kehidupan.

BACA JUGA - Vespa Matik Menggila, Bajaj Ngebet Pasarkan Motor

Menyusul penemuan itu, yang menunjukkan adanya potensi kehidupan di atmosfer planet, kepala badan antariksa Rusia mengatakan Venus adalah ‘planet Rusia’. Baca juga: Masih Banyak Siswa Belum Miliki Gawai dan Kesulitan Sinyal)

Klaim aneh tersebut dibuat oleh direktur jenderal Roscosmos Dmitry Rogozin pada hari Selasa, 15 September, selama pameran HeliRussia 2020 di Moskow, dengan Rogozin mengklaim Uni Soviet (Rusia) adalah negara pertama yang mengirim penyelidikan ke Venus.

Sementara itu, NASA juga memiliki beberapa prioritas yang akan dikerjakan. Mulai dari eksplorasi Mars yang sedang berlangsung, rencana ambisius untuk mengirim astronot kembali ke bulan pada tahun 2024.

Terbaru, NASA menabahkan Venus masuk ke daftar proyek prioritasnya. NASA mengatakan, akan menjadikan Venus sebagai prioritas setelah tanda kehidupan ditemukan di planet itu.

Penemuan senyawa kimia fosfin yang mengejutkan di awan Venus telah memicu spekulasi bahwa mikroorganisme asing mungkin hidup di planet yang tampaknya tidak ramah untuk kehidupan ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Rekomendasi
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Berita Terkini
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved