CCTV dan Pengawasan Langsung Cegah Kekerasan pada Anak di Daycare
Jum'at, 08 Mei 2026 - 13:45 WIB
loading...
CCTV dan 0engawasan langsung di Apple Tree Pre-School Senayan . FOTO/ IG
A
A
A
LONDON - Kasus dugaan penelantaran dan kekerasan anak di sejumlah daycare kembali menjadi perhatian publik.
Kasus tersebut memunculkan desakan agar pengawasan terhadap layanan penitipan anak diperketat.
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah Apple Tree Pre-School Senayan, Puspita Andayani, menegaskan pengawasan langsung menjadi faktor penting dalam mencegah kekerasan maupun penelantaran anak di daycare.
“Ketika anak-anak berada di sekolah, baik program half day, full day, maupun after school, mereka berada di bawah pengawasan kami. Kepala sekolah juga memiliki akses penuh terhadap CCTV,” ujar Puspita Andayani saat grand opening Apple Tree Pre-School Senayan di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Namun menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan kamera CCTV. Ia memastikan pihak sekolah melakukan pemantauan langsung secara rutin di seluruh area aktivitas anak.
“Tidak hanya melihat CCTV, saya juga berkeliling langsung maksimal setiap 30 menit sampai satu jam sekali,” katanya.
Puspita menilai kasus kekerasan di daycare sering kali dipicu oleh kurangnya kesabaran, kelelahan, maupun kompetensi pengasuh. Karena itu, Apple Tree menerapkan proses seleksi tenaga pengajar secara ketat dan memberikan pelatihan berkala mengenai perlindungan anak.
“Kami memastikan guru-guru daycare memiliki sertifikasi dan mendapatkan training secara berkala. Jika ada pengajar yang melakukan tindak kekerasan terhadap anak, kami akan tindak tegas. Itu menjadi komitmen kami,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga rasio ideal antara jumlah guru dan anak untuk mengurangi risiko burnout pada pengasuh.
“Kelelahan pengasuh menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kekerasan. Dengan menjaga rasio guru dan anak tetap seimbang, setiap anak bisa mendapatkan perhatian personal dan guru tetap dapat mendampingi anak dengan sabar dan penuh kasih sayang,” jelasnya.
Apple Tree Pre-School sendiri baru saja membuka kampus ke-25 di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Sekolah anak usia dini ini menghadirkan program Half Day, Full Day, hingga After School Care yang dirancang untuk mendukung kebutuhan keluarga modern.
Founder APPLE TREE PRE-SCHOOL INDONESIA, Linda Lim, mengatakan selama lebih dari 26 tahun pihaknya berkomitmen menghadirkan pendidikan anak usia dini yang aman dan berkualitas.
“Sejak awal, kami selalu membawa tagline ‘anak anda merupakan prioritas kami’. Kami percaya lingkungan yang aman dan penuh perhatian menjadi fondasi penting bagi masa depan anak,” ujar Linda Lim.
Selain pengawasan ketat melalui CCTV, Apple Tree Senayan juga menerapkan psychological screening bagi tenaga pengajar serta pelatihan child protection dan positive discipline secara berkala.
Center Director Apple Tree Pre-School Senayan, Angela Merici, mengatakan seluruh area sekolah dirancang untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak selama mengikuti kegiatan belajar maupun daycare.
“Kami memastikan tidak ada blind spot di area aktivitas anak. Transparansi pengawasan menjadi salah satu prioritas utama kami,” kata Angela.
Di sisi lain, Konselor pendidikan Mella Noviani menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan pihak daycare sebagai langkah pencegahan kekerasan terhadap anak.
“Orang tua tetap harus membangun komunikasi aktif dengan daycare. Dengan komunikasi yang baik, potensi masalah bisa dideteksi lebih cepat,” ujar Mella.
Apple Tree Pre-School Senayan juga menyediakan fasilitas playground, swimming pool, perpustakaan, ruang tidur siang higienis, hingga layanan makanan sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Sebagai bagian dari pengenalan kepada masyarakat, Apple Tree Pre-School Senayan akan menggelar School Expo di Senayan City pada 18–24 Mei 2026 dan di Sheraton Grand Gandaria City pada 23 Mei 2026.
More
Kasus tersebut memunculkan desakan agar pengawasan terhadap layanan penitipan anak diperketat.
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah Apple Tree Pre-School Senayan, Puspita Andayani, menegaskan pengawasan langsung menjadi faktor penting dalam mencegah kekerasan maupun penelantaran anak di daycare.
“Ketika anak-anak berada di sekolah, baik program half day, full day, maupun after school, mereka berada di bawah pengawasan kami. Kepala sekolah juga memiliki akses penuh terhadap CCTV,” ujar Puspita Andayani saat grand opening Apple Tree Pre-School Senayan di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Namun menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan kamera CCTV. Ia memastikan pihak sekolah melakukan pemantauan langsung secara rutin di seluruh area aktivitas anak.
“Tidak hanya melihat CCTV, saya juga berkeliling langsung maksimal setiap 30 menit sampai satu jam sekali,” katanya.
Puspita menilai kasus kekerasan di daycare sering kali dipicu oleh kurangnya kesabaran, kelelahan, maupun kompetensi pengasuh. Karena itu, Apple Tree menerapkan proses seleksi tenaga pengajar secara ketat dan memberikan pelatihan berkala mengenai perlindungan anak.
“Kami memastikan guru-guru daycare memiliki sertifikasi dan mendapatkan training secara berkala. Jika ada pengajar yang melakukan tindak kekerasan terhadap anak, kami akan tindak tegas. Itu menjadi komitmen kami,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga rasio ideal antara jumlah guru dan anak untuk mengurangi risiko burnout pada pengasuh.
“Kelelahan pengasuh menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kekerasan. Dengan menjaga rasio guru dan anak tetap seimbang, setiap anak bisa mendapatkan perhatian personal dan guru tetap dapat mendampingi anak dengan sabar dan penuh kasih sayang,” jelasnya.
Apple Tree Pre-School sendiri baru saja membuka kampus ke-25 di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Sekolah anak usia dini ini menghadirkan program Half Day, Full Day, hingga After School Care yang dirancang untuk mendukung kebutuhan keluarga modern.
Founder APPLE TREE PRE-SCHOOL INDONESIA, Linda Lim, mengatakan selama lebih dari 26 tahun pihaknya berkomitmen menghadirkan pendidikan anak usia dini yang aman dan berkualitas.
“Sejak awal, kami selalu membawa tagline ‘anak anda merupakan prioritas kami’. Kami percaya lingkungan yang aman dan penuh perhatian menjadi fondasi penting bagi masa depan anak,” ujar Linda Lim.
Selain pengawasan ketat melalui CCTV, Apple Tree Senayan juga menerapkan psychological screening bagi tenaga pengajar serta pelatihan child protection dan positive discipline secara berkala.
Center Director Apple Tree Pre-School Senayan, Angela Merici, mengatakan seluruh area sekolah dirancang untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak selama mengikuti kegiatan belajar maupun daycare.
“Kami memastikan tidak ada blind spot di area aktivitas anak. Transparansi pengawasan menjadi salah satu prioritas utama kami,” kata Angela.
Di sisi lain, Konselor pendidikan Mella Noviani menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan pihak daycare sebagai langkah pencegahan kekerasan terhadap anak.
“Orang tua tetap harus membangun komunikasi aktif dengan daycare. Dengan komunikasi yang baik, potensi masalah bisa dideteksi lebih cepat,” ujar Mella.
Apple Tree Pre-School Senayan juga menyediakan fasilitas playground, swimming pool, perpustakaan, ruang tidur siang higienis, hingga layanan makanan sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Sebagai bagian dari pengenalan kepada masyarakat, Apple Tree Pre-School Senayan akan menggelar School Expo di Senayan City pada 18–24 Mei 2026 dan di Sheraton Grand Gandaria City pada 23 Mei 2026.
More
(wbs)
Lihat Juga :