Turunkan Emisi dengan Memperluas Jangkauan Global Melalui Inovasi

Kamis, 23 April 2026 - 18:59 WIB
loading...
Turunkan Emisi dengan...
Perhelatan INTERCEM Asia 2026 yang diselenggarakan di Jakarta hingga Kamis (16/4/2026). Foto/:Daily
A A A
JAKARTA - Di tengah tekanan yang terus membayangi industri semen nasional dan global, Cemindo Gemilang (CMNT) melaluibrandSemen Merah Putih menghadirkan pendekatan berbeda,

Dengan menekankan pentingnya sistem bisnis terintegrasi berbasissustainabilityyang tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga mendorong efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.

Pendekatan ini menjadi sorotan dalam partisipasi perusahaan di perhelatan INTERCEM Asia 2026 yang diselenggarakan di Jakarta hingga Kamis (16/4/2026). Forum ini bernilai strategis karena mempertemukan pelaku industri semen global, mulai dari produsen,trader, hingga investor.

Dalam konteks global, Semen Merah Putih juga terus memperluas jangkauan pasar internasional melalui jaringan ekspor yang mencakup kawasan Asia Pasifik, Oseania, hingga Afrika dan Amerika. Didukung oleh unit bisnistradingAastar, perusahaan memperkuat distribusi global untuk produk semen dan klinker, baik dalam bentuk curah maupun kemasan, dengan fleksibilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Para pemangku kepentingan industri semen sendiri saat ini sedang menghadapi tekanan bisnis struktural yang signifikan. Tingkat utilisasi produksi nasional tercatat hanya sekitar 51% akibat kondisiovercapacity, sementara permintaan mengalami penurunan sekitar 2–2,5% pada 2025. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh perlambatan proyek infrastruktur dan dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Namun, di tengah situasi tersebut, Semen Merah Putih justru mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 4,2% di wilayah operasional utamanya pada 2025. Capaian ini mencerminkan relevansi model bisnis perusahaan yang berfokus pada efisiensi dan integrasi sistem.

“Di tengah kondisi industri yang penuh tekanan, kami melihat bahwa kunci daya saing bukan hanya pada skala, tetapi pada seberapa efisien sistem yang kita bangun. Di Semen Merah Putih,sustainabilitybukan sekadar komitmen lingkungan, tetapi menjadi fondasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing bisnis,” ujarSurindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk.

Berbeda dari pendekatan konvensional yang memandangsustainabilitysebag ai kewajiban, Semen Merah Putih menempatkannya sebagai penggerak utama efisiensi. Perusahaan mencatat penurunan intensitas karbon hingga sekitar 21% sejak 2016, yang berjalan seiring dengan peningkatan efisiensi energi dan optimalisasi proses produksi.

Salah satu implementasi utama adalah penggunaanWaste Heat Recovery System(WHRS), yang mampu menyuplai sekitar 24% kebutuhan energi dalam proses produksi klinker sekaligus mengurangi emisi hingga sekitar 100.000 ton CO₂. Selain itu, berbagai inisiatif efisiensi energi telah berhasil menurunkan konsumsi listrik hingga sekitar 3 KWh per ton klinker.

Pendekatan efisiensi ini tidak berhenti pada proses produksi, tetapi diperluas ke seluruh rantai pasok. Melalui integrasisupply chain, termasuk penggunaan kendaraan listrik pada operasional logistik, Semen Merah Putih mampu menekan emisi hingga sekitar 8.500 ton CO₂ per tahun. Optimalisasi infrastruktur distribusi, seperti pelabuhan dan jaringan logistik, juga turut meningkatkan kecepatan dan fleksibilitas distribusi.

Dari sisi produk, perusahaan juga terus memperkuat portofolio semen rendah karbon. Saat ini, sekitar 81% produk Semen Merah Putih merupakan non-OPC (Ordinary Portland Cement), lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berada di kisaran 71%. Produk-produk inovatif sepertihydraulic cementbahkan mencatat pertumbuhan signifikan hingga 636,5% pada 2025, menunjukkan tingginya permintaan terhadap solusi konstruksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Seluruh produk Semen Merah Putih juga telah tersertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GBCI), dengan sebagian besar berada pada level platinum. Selain itu, perusahaan juga memperoleh pengakuan dari World Cement Association atas komitmennya dalam aksi iklim, serta penghargaan Sustainable Construction Material Award dalam ajang ARCH:ID 2025.

Secara kapasitas, Semen Merah Putih memiliki total kapasitas produksi mencapai sekitar 11,4 juta ton semen dan 7 juta ton klinker per tahun di Indonesia, serta tambahan kapasitas di Vietnam sebesar 5 juta ton semen dan 3,2 juta ton klinker. Skala ini memperkuat posisi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas jangkauan ekspor.

Melalui unit bisnis trading Aastar, perusahaan juga melihat peluang yang semakin besar di pasar internasional, khususnya untuk klinker dan semen. Permintaan global kini tidak hanya mempertimbangkan harga dan volume, tetapi juga aspek keberlanjutan, keandalan pasokan, dan efisiensi rantai distribusi.

“Melalui Aastar sebagai unittrading, kami melihat permintaan global semakin mengarah pada produk yang tidak hanya kompetitif secara harga, tetapi juga memiliki profil keberlanjutan yang jelas. Hal ini membuka peluang ekspor yang semakin luas bagi produk klinker dan semen dari Indonesia,” ujarSamar Gurung, Head of Trading dari Aastar Tradingsalah satu anak usaha Cemindo yang berfokus di ekspor klinker dan semen.

Ia menambahkan bahwa sistemsupply chainyang terintegrasi memungkinkan perusahaan untuk merespons kebutuhan pasar secara lebih fleksibel, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

“Dengan sistem yang terintegrasi, kami dapat menghadirkan solusi yang lebih responsif dan efisien, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Grab Pamer Angka Hijau...
Grab Pamer Angka Hijau Fantastis, tapi Cukupkah untuk Menebus Dosa Asap di Jalanan?
5 Negara dengan Polusi...
5 Negara dengan Polusi Udara Terkotor di Dunia
Envicount Luncurkan...
Envicount Luncurkan Software untuk Akuntansi Karbon dan Pelaporan ESG
Microsoft Bangun Pusat...
Microsoft Bangun Pusat Data dengan Kayu untuk Kurangi Emisi Karbon
Target Kurangi Emisi...
Target Kurangi Emisi Karbon, Xiaomi Lakukan 5 Langkah Ini
Huawei Sediakan Teknologi...
Huawei Sediakan Teknologi Hijau untuk Bantu Indonesia Capai Karbon Netral
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved