Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
Rabu, 29 April 2026 - 01:34 WIB
loading...
A
A
A
"Keamanan siber bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan komponen krusial dalam mitigasi risiko bisnis. Oleh karena itu, setiap institusi perlu mengantisipasi sejak dini dengan memperkuat keamanan aset digitalnya," ucapnya.
Dampak finansial dari serangan siber juga semakin signifikan. Kerugian bisnis akibat serangan siber di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari Rp8 triliun per tahun, dengan rata-rata kerugian sekitar Rp4,7 miliar untuk setiap serangan ransomware.
“Sebagai bagian inisiatif ini, Digiserve melengkapo solusi Managed Security Services (MSS) dengan SoCaaS (Security operation Center as a Service) yang dirancang untuk scalable dan adaptif. Solusi ini memungkinkan Perusahaan, baik skala besar maupun yang sedang berkembang, untuk meningkatkan postur keamanan tanpa perlu menghadapi kompleksitas pengelolaan Security Operations Center (SOC) secara mandiri," ungkap Buddy Restiady, yang juga menjabat sebagai Finance & Risk Management Director Digiserve.
Melalui kolaborasi ini, Digiserve menghadirkan solusi Managed Security Services (MSS) yang diperkuat dengan layanan Security Operations Center as a Service (SOCaaS). Layanan ini memungkinkan perusahaan memonitor dan merespons ancaman siber secara real-time tanpa harus membangun pusat operasi keamanan secara mandiri.
SOCaaS berfungsi sebagai pusat kendali keamanan digital yang mengintegrasikan berbagai tools, melakukan analisis ancaman, serta didukung oleh tim ahli untuk memastikan respons cepat terhadap potensi serangan.
Solusi ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi dan best practices dari Korea Selatan, didukung oleh ekosistem mitra global seperti AhnLab, serta dikombinasikan dengan pengalaman Digiserve dalam mengelola layanan jaringan dan keamanan bagi ratusan pelanggan di Indonesia.
Dampak finansial dari serangan siber juga semakin signifikan. Kerugian bisnis akibat serangan siber di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari Rp8 triliun per tahun, dengan rata-rata kerugian sekitar Rp4,7 miliar untuk setiap serangan ransomware.
“Sebagai bagian inisiatif ini, Digiserve melengkapo solusi Managed Security Services (MSS) dengan SoCaaS (Security operation Center as a Service) yang dirancang untuk scalable dan adaptif. Solusi ini memungkinkan Perusahaan, baik skala besar maupun yang sedang berkembang, untuk meningkatkan postur keamanan tanpa perlu menghadapi kompleksitas pengelolaan Security Operations Center (SOC) secara mandiri," ungkap Buddy Restiady, yang juga menjabat sebagai Finance & Risk Management Director Digiserve.
Melalui kolaborasi ini, Digiserve menghadirkan solusi Managed Security Services (MSS) yang diperkuat dengan layanan Security Operations Center as a Service (SOCaaS). Layanan ini memungkinkan perusahaan memonitor dan merespons ancaman siber secara real-time tanpa harus membangun pusat operasi keamanan secara mandiri.
SOCaaS berfungsi sebagai pusat kendali keamanan digital yang mengintegrasikan berbagai tools, melakukan analisis ancaman, serta didukung oleh tim ahli untuk memastikan respons cepat terhadap potensi serangan.
Solusi ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi dan best practices dari Korea Selatan, didukung oleh ekosistem mitra global seperti AhnLab, serta dikombinasikan dengan pengalaman Digiserve dalam mengelola layanan jaringan dan keamanan bagi ratusan pelanggan di Indonesia.
(wbs)
Lihat Juga :