Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan

Rabu, 29 April 2026 - 01:34 WIB
loading...
Perkuat Keamanan Siber...
Strengthening Digiserve Cyber Security Services With Advanced Korean Technology di Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026), Foto/ Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Digiserve by Telkom Indonesia memperkuat komitmennya dalam membangun ketahanan siber nasional melalui kolaborasi strategis dengan DBM Works Solusi Indonesia, dengan menghadirkan teknologi keamanan siber unggulan asal Korea Selatan.

Plt Presiden Direktur Digiserve, Buddy Restiady, menegaskan bahwa penguatan layanan Cyber Security Services menjadi bagian penting dari peran Digiserve dalam ekosistem Telkom Group sekaligus dalam mendukung sistem ketahanan digital nasional.

“Keamanan siber tidak lagi sekadar fungsi teknologi, tetapi sudah menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan stabilitas sistem digital,” tutur dia dalam acara Strengthening Digiserve Cyber Security Services With Advanced Korean Technology di Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, Digiserve sebagai bagian dari ekosistem Telkom Group memiliki core business pada managed services yang mengelola layanan secara end-to-end, termasuk network dan security management. Dalam konteks ini, kolaborasi dengan mitra teknologi global menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas tersebut.

Buddy Restiady, menjelaskan, pemilihan Korea Selatan sebagai mitra teknologi didasarkan pada tingkat kematangan cybersecurity yang tinggi. Berdasarkan Global Cybersecurity Index dari International Telecommunication Union, Korea Selatan berada pada Tier 1 atau kategori tertinggi dalam kapabilitas keamanan siber global.

Selain faktor teknologi, kolaborasi ini juga mempertimbangkan aspek adaptabilitas dan efisiensi. Teknologi dari Korea dinilai lebih mudah diintegrasikan dengan ekosistem lokal, sekaligus membuka peluang transfer knowledge untuk pengembangan talenta digital Indonesia. Dari sisi bisnis, kerja sama ini juga memberikan efisiensi biaya yang lebih stabil terhadap fluktuasi nilai tukar.

“Strategi kami bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu advanced technology, adaptability, dan scalability, agar solusi yang dihadirkan tidak hanya canggih, tetapi juga relevan dan berkelanjutan bagi pasar Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, VP IT, Product & Partnership Digiserve, Edi Nopian Mulia menyoroti tingginya ancaman siber di kawasan. Mengacu pada data Trend Micro, sebanyak 52% serangan ransomware global terjadi di Asia Tenggara, dengan sekitar 40% di antaranya menargetkan Indonesia.

Di dalam negeri, data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lebih dari 3,5 miliar anomali trafik sepanjang 2025 yang menyasar berbagai sektor, mulai dari IoT, OT, hingga sistem pembayaran digital.

“Transformasi digital yang semakin masif, termasuk adopsi cloud dan pola kerja fleksibel, telah memperluas attack surface secara signifikan. Di sisi lain, kompleksitas tools keamanan juga meningkat, sementara ketersediaan talenta masih terbatas,” ujar Edi.

Ia menambahkan, Indonesia diperkirakan akan mengalami kekurangan hingga 600 ribu sampai 1,5 juta tenaga profesional cybersecurity dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan pendekatan layanan berbasis managed services yang lebih komprehensif.

Di sisi lain, kompleksitas penggunaan tools juga menjadi tantangan tersendiri, di mana organisasi rata-rata menggunakan 10–20 tools keamanan (hingga 60–130 pada skala besar), yang berpotensi menimbulkan fragmentasi sistem keamanan.

"Keamanan siber bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan komponen krusial dalam mitigasi risiko bisnis. Oleh karena itu, setiap institusi perlu mengantisipasi sejak dini dengan memperkuat keamanan aset digitalnya," ucapnya.

Dampak finansial dari serangan siber juga semakin signifikan. Kerugian bisnis akibat serangan siber di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari Rp8 triliun per tahun, dengan rata-rata kerugian sekitar Rp4,7 miliar untuk setiap serangan ransomware.

“Sebagai bagian inisiatif ini, Digiserve melengkapo solusi Managed Security Services (MSS) dengan SoCaaS (Security operation Center as a Service) yang dirancang untuk scalable dan adaptif. Solusi ini memungkinkan Perusahaan, baik skala besar maupun yang sedang berkembang, untuk meningkatkan postur keamanan tanpa perlu menghadapi kompleksitas pengelolaan Security Operations Center (SOC) secara mandiri," ungkap Buddy Restiady, yang juga menjabat sebagai Finance & Risk Management Director Digiserve.

Melalui kolaborasi ini, Digiserve menghadirkan solusi Managed Security Services (MSS) yang diperkuat dengan layanan Security Operations Center as a Service (SOCaaS). Layanan ini memungkinkan perusahaan memonitor dan merespons ancaman siber secara real-time tanpa harus membangun pusat operasi keamanan secara mandiri.

SOCaaS berfungsi sebagai pusat kendali keamanan digital yang mengintegrasikan berbagai tools, melakukan analisis ancaman, serta didukung oleh tim ahli untuk memastikan respons cepat terhadap potensi serangan.

Solusi ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi dan best practices dari Korea Selatan, didukung oleh ekosistem mitra global seperti AhnLab, serta dikombinasikan dengan pengalaman Digiserve dalam mengelola layanan jaringan dan keamanan bagi ratusan pelanggan di Indonesia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
Awali 2026 dengan Kinerja...
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Rekomendasi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved