Dianggap Berbahaya, China Mengakhiri kesepakatan dengan Meta

Selasa, 28 April 2026 - 08:01 WIB
loading...
A A A
Upaya perusahaan rintisan tersebut untuk menutup saluran media domestik dan memindahkan personel ke negara lain dianggap sebagai cara untuk menghindari peraturan ekspor teknologi. Pihak berwenang menuntut agar Meta sepenuhnya menarik tawaran akuisisinya untuk memastikankedaulatanteknologi nasional.

Insiden tersebut mencapai puncaknya ketika kedua pendiri Manus, termasuk CEO Xiao Hong, dipanggil dan dilarang meninggalkan negara untuk membantu penyelidikan. Keputusan akhir NDRC menegaskan bahwa kesepakatan tersebut menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima terhadap keamanan data dan kedaulatan teknologi nasional.

"Melindungi pencapaian inti kecerdasan buatan adalah prioritas utama dalam lanskap persaingan strategis saat ini," kata sebuah sumber yang dekat dengan badan pengatur tersebut.

Pembatalan kesepakatan senilai$2 miliaritu merupakan pukulan besar bagi strategi Meta dalam mengembangkan asisten virtual generasi berikutnya. Perusahaan tersebut berharap dapat mengintegrasikan teknologi AI Agent milik Manus untuk mendapatkan keunggulan atas pesaing langsung seperti OpenAI dan Google.

Kegagalan ini memaksa perusahaan Mark Zuckerberg untuk mencari solusi alternatif atau mengembangkan solusi secara internal, yang dapat menghabiskan lebih banyak waktu dan biaya peluang di pasar AI yang berubah dengan cepat.

Bagi komunitas startup, insiden ini menjadi pelajaran berharga tentang risikogeopolitik. Tren "Singapore-washing" – di mana perusahaan-perusahaan Tiongkok mengubah kewarganegaraan mereka menjadi Singapura untuk mendapatkan akses yang lebih mudah ke pasar AS – kini sedang diteliti.

SCMPmemperkirakan bahwa pemerintah Tiongkok akan semakin memperketat regulasi transfer teknologi lintas batas, terutama di bidang-bidang sensitif seperti semikonduktor dan kecerdasan buatan, untuk mencegah eksodus tenaga ahli.

Fragmentasi teknologi antara dua negara adidaya, AS dan Tiongkok, semakin terlihat jelas melalui keputusan administratif seperti yang disebutkan di atas.

Para ahli ekonomi memperingatkan bahwa hambatan-hambatan ini akan menciptakan lingkungan bisnis yang menantang di mana keputusan akuisisi tidak lagi didasarkan pada nilai komersial semata, tetapi bergantung pada keseimbangan kekuatan nasional.

"Kesepakatan ini telah menjadi kambing hitam atas persaingan teknologi yang sengit antara kedua negara adidaya," komentar seorang analis diSCMP.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
Rekomendasi
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
Badai Petir Hantam Stadion...
Badai Petir Hantam Stadion Azteca, Kick-off Meksiko vs Inggris Mundur 1 Jam
Benarkah Tidur Tanpa...
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Lebih Sehat? Ini Manfaat dan Risikonya Menurut Ahli
Berita Terkini
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved