Dianggap Berbahaya, China Mengakhiri kesepakatan dengan Meta

Selasa, 28 April 2026 - 08:01 WIB
loading...
Dianggap Berbahaya,...
Manus dan Meta.Foto/ The Verge
A A A
BEIJING - Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China secara resmi memveto akuisisi startup AI Manus oleh Meta, mengakhiri kesepakatan senilai lebih dari 2 miliar dolar AS tersebut.


Akuisisi Meta terhadap Manus AI secara resmi berakhir ketika Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) memerintahkan pembatalan transaksi tersebut.

Keputusan ini diambil setelah para pejabat Beijing mempertimbangkan dengan cermat isu-isu terkait pengendalian teknologi AI dan keamanan data.

Kegagalan kesepakatan tersebut mencerminkan meningkatnya pengawasan China terhadap perusahaan rintisan yang ingin pindah ke luar negeri. Ini merupakan bukti meningkatnya persaingan teknologi antara AS dan China.

Manus AI menjadi pusat perhatian teknologi global pada awal tahun 2025 ketika memperkenalkan "agen AI" yang mampu menangani tugas-tugas yang sangat kompleks.

Setelah Meta mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi perusahaan tersebut pada akhir tahun 2025, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok (NDRC) melakukan peninjauan menyeluruh terhadap ketentuan kesepakatan tersebut. Pakar keamanan siber dan perwakilan dari Kementerian Perdagangan Tiongkok juga berpartisipasi dalam proses peninjauan ini.

Investigasi ini berpusat pada potensi kebocoran algoritma AI canggih dan data pengguna sensitif ke Amerika Serikat. Menurut peraturan yang diperbarui pada tahun 2020, algoritma AI penting yang dikembangkan di Tiongkok memerlukan persetujuan pemerintah sebelum ditransfer ke luar negeri.

Meskipun Manus terdaftar di Singapura, NDRC menegaskan bahwa tim teknik inti dan paten perusahaan tersebut tetap berada di pusat-pusat teknologi utama di Tiongkok daratan, seperti Beijing dan Wuhan.

Upaya perusahaan rintisan tersebut untuk menutup saluran media domestik dan memindahkan personel ke negara lain dianggap sebagai cara untuk menghindari peraturan ekspor teknologi. Pihak berwenang menuntut agar Meta sepenuhnya menarik tawaran akuisisinya untuk memastikan kedaulatan teknologi nasional.

Insiden tersebut mencapai puncaknya ketika kedua pendiri Manus, termasuk CEO Xiao Hong, dipanggil dan dilarang meninggalkan negara untuk membantu penyelidikan. Keputusan akhir NDRC menegaskan bahwa kesepakatan tersebut menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima terhadap keamanan data dan kedaulatan teknologi nasional.

"Melindungi pencapaian inti kecerdasan buatan adalah prioritas utama dalam lanskap persaingan strategis saat ini," kata sebuah sumber yang dekat dengan badan pengatur tersebut.

Pembatalan kesepakatan senilai $2 miliar itu merupakan pukulan besar bagi strategi Meta dalam mengembangkan asisten virtual generasi berikutnya. Perusahaan tersebut berharap dapat mengintegrasikan teknologi AI Agent milik Manus untuk mendapatkan keunggulan atas pesaing langsung seperti OpenAI dan Google.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Rekomendasi
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Berpotensi Naik usai Kalahkan Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
Gagal Bela Timnas Indonesia,...
Gagal Bela Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra Beri Suntikan Semangat dari Tribun Pakansari
Mengoptimalkan Potensi...
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
Berita Terkini
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved