Robot China Finish Lomba Lari 21 Km, Kalahkan Rekor Dunia Manusia
Selasa, 21 April 2026 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
Robot pemenang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Honor, yang sebelumnya dikenal sebagai produsen smartphone. Mesin ini dirancang selama satu tahun, menggunakan kaki sepanjang 90–95 cm untuk meniru biomekanika pelari manusia, serta sistem pendingin cair yang diadaptasi dari teknologi ponsel.
“Kecepatan mungkin terlihat tidak penting, tapi ini berkaitan dengan keandalan struktur dan sistem pendingin yang nantinya bisa digunakan di industri,” kata Du Xiaodi, insinyur Honor.
Dari sisi industri, lomba ini bukan sekadar hiburan. China memang sedang mendorong robot humanoid sebagai masa depan manufaktur. Dukungan pemerintah datang dalam bentuk subsidi hingga pembangunan infrastruktur.
Namun ada catatan penting. Secara ekonomi, robot humanoid masih belum sepenuhnya siap untuk digunakan luas. Kemampuan berlari cepat tidak otomatis berarti mampu bekerja di pabrik.
![Robot China Finish Lomba Lari 21 Km, Kalahkan Rekor Dunia Manusia]()
Tantangan terbesar masih ada di perangkat lunak—terutama kecerdasan buatan yang mampu menggantikan fleksibilitas manusia.
Para ahli menilai kemampuan yang ditampilkan robot saat lomba masih terbatas pada tugas mekanis dan berulang. Sementara dunia industri butuh kemampuan lebih kompleks seperti persepsi lingkungan dan ketangkasan tangan.
“Kecepatan mungkin terlihat tidak penting, tapi ini berkaitan dengan keandalan struktur dan sistem pendingin yang nantinya bisa digunakan di industri,” kata Du Xiaodi, insinyur Honor.
Dari sisi industri, lomba ini bukan sekadar hiburan. China memang sedang mendorong robot humanoid sebagai masa depan manufaktur. Dukungan pemerintah datang dalam bentuk subsidi hingga pembangunan infrastruktur.
Namun ada catatan penting. Secara ekonomi, robot humanoid masih belum sepenuhnya siap untuk digunakan luas. Kemampuan berlari cepat tidak otomatis berarti mampu bekerja di pabrik.

Tantangan terbesar masih ada di perangkat lunak—terutama kecerdasan buatan yang mampu menggantikan fleksibilitas manusia.
Para ahli menilai kemampuan yang ditampilkan robot saat lomba masih terbatas pada tugas mekanis dan berulang. Sementara dunia industri butuh kemampuan lebih kompleks seperti persepsi lingkungan dan ketangkasan tangan.
Lihat Juga :