AS Temukan Bukti Iran Gunakan Teknologi Pengalih Rudal Canggih di Irak

Selasa, 14 April 2026 - 19:39 WIB
loading...
AS Temukan Bukti Iran...
Teknologi Pengalih Rudal Canggih di Irak. Foto/ Dok Viet
A A A
JAKARTA - Perangkat AN/ALE-50 membantu pesawat Amerika menghindari rudal permukaan-ke-udara, menunjukkan peran yang semakin penting dari peperangan elektronik dalam peperangan modern.

Sebuah alat pengalih perhatian rudal buatan AS telah ditemukan di Irak, yang menarik perhatian pada peran peperangan elektronik dalam operasi serangan udara modern.

Menurut Defence Blog, objek yang ditemukan telah diidentifikasi sebagai AN/ALE-50 – sebuah sistem umpan tarik yang dirancang untuk mengelabui rudal berpemandu radar.

Ini adalah gambar nyata dari alat pengalih perhatian AN/ALE-50 yang ditemukan di daerah Al-Hafa, Irak, setelah serangan udara.

Perangkat ini dirancang untuk mengalihkan perhatian rudal anti-pesawat yang dipandu radar, sekaligus melindungi pesawat tempur.

Gambar-gambar yang beredar online menunjukkan bahwa perangkat tersebut masih relatif utuh, dengan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa perangkat itu diproduksi di AS, sesuai dengan struktur sistem AN/ALE-50.

AN/ALE-50 adalah sistem khusus yang ditarik di belakang pesawat menggunakan kabel serat optik. Sistem ini memancarkan sinyal radar yang meniru atau memperkuat sinyal pesawat, dan ketika rudal mengunci target, umpan tersebut akan menarik serangan alih-alih pesawat. Hal ini memungkinkan pilot untuk menghindari terkena serangan tanpa harus mencegat rudal secara langsung.

Ini adalah bagian kunci dari strategi SEAD (Sealed Air Defense) – menggunakan sarana elektronik untuk melemahkan atau mengelabui sistem pertahanan udara musuh.

Pesawat tempur F-16 menjatuhkan umpan untuk mengalihkan perhatian rudal musuh saat terbang di atas medan pegunungan bersalju.

Terdeteksinya umpan tersebut menunjukkan bahwa pesawat Amerika mengerahkan tindakan pertahanan aktif di lingkungan berisiko tinggi terhadap rudal permukaan-ke-udara.

Menurut para ahli, ada dua kemungkinan: perangkat tersebut dilepaskan selama manuver penghindaran rudal, atau terlepas dari pesawat setelah menyelesaikan misinya.

Sistem pengalih perhatian ini awalnya dirancang sebagai barang habis pakai, yang dapat hilang selama pertempuran. Munculnya AN/ALE-50 mencerminkan tren yang jelas: peperangan elektronik menjadi semakin penting, sama pentingnya dengan senjata ofensif.

Umpan serupa telah lama digunakan oleh AS dan NATO untuk mengelabui radar dan mengurangi daya tembak anti-pesawat musuh.

Kebutuhan untuk menggunakan umpan menunjukkan bahwa lingkungan pertempuran saat ini di Irak dan Timur Tengah tidak aman bagi pesawat modern.

Di tengah meningkatnya konflik yang melibatkan Iran dan pasukan proksinya, ancaman seperti rudal permukaan-ke-udara, pesawat nirawak serang, dan sistem radar yang tersebar membuat wilayah udara regional semakin berbahaya.

Kemunculan AN/ALE-50 di Irak bukan hanya detail teknis, tetapi juga mencerminkan bagaimana peperangan modern berubah.

Alih-alih hanya mengandalkan kecepatan dan daya tembak, pesawat modern harus menggabungkan penipuan, pengacakan sinyal, dan teknologi peperangan elektronik agar dapat bertahan hidup.

Dalam konteks sistem pertahanan udara yang semakin canggih, umpan seperti AN/ALE-50 dapat menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan atau kegagalan operasi serangan udara.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Rekomendasi
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
Terungkap Rencana Rahasia...
Terungkap Rencana Rahasia Golden Dome, Perisai Rudal Canggih AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved