Apple Tutup 3 Gerai Apple Store di Amerika, Alasannya Bikin Kaget!
Jum'at, 10 April 2026 - 10:51 WIB
loading...
Gerai Apple Store di Towson, Maryland, Amerika Serikat, yang menjadi saksi bisu sejarah serikat pekerja pertama Apple sebelum akhirnya ditutup paksa secara kontroversial. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Tiba-tiba Apple menutup tiga gerai ritelnya di Amerika Serikat (AS) pada bulan Juni mendatang. Dan hal tersebut memicu gelombang kritik tajam.
Keputusan ini bukan sekadar penyesuaian bisnis biasa, melainkan menyingkap dugaan praktik kotor pemberangusan serikat pekerja (union-busting) yang dibalut dengan kedok efisiensi dan kondisi pusat perbelanjaan yang sepi.
Kabar mengejutkan ini mengonfirmasi penutupan permanen tiga gerai Apple Store yang berlokasi di Trumbull (Connecticut), Escondido (California), dan Towson (Maryland).
Meski demikian, sorotan paling tajam tertuju pada gerai di Towson. Gerai ini bukanlah toko sembarangan. Tapi, simbol perlawanan dan gerai Apple pertama dalam sejarah yang para pekerjanya berhasil berserikat dan mencapai kesepakatan kontrak kerja kolektif pada 2024 lalu.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh MacRumors, manajemen Apple berdalih bahwa penutupan operasi ketiga toko tersebut terpaksa dilakukan akibat "tutupnya beberapa peritel dan menurunnya kondisi" di pusat-pusat perbelanjaan tempat gerai tersebut bernaung.
Berdasarkan data dan pernyataan resmi perusahaan, perlakuan terhadap karyawan gerai yang berserikat dan yang tidak berserikat bak bumi dan langit.
"Anggota tim kami di Trumbull dan North County (Escondido) akan melanjutkan peran mereka di gerai Apple Retail terdekat," tulis Apple. Artinya, karyawan di dua toko tersebut mendapat garansi relokasi pekerjaan secara otomatis.
Sebaliknya, nasib nahas menimpa karyawan di gerai bersejarah Towson. Alih-alih direlokasi, Apple hanya menyatakan bahwa karyawan Towson "akan memenuhi syarat untuk melamar peran yang terbuka di Apple sesuai dengan perjanjian tawar-menawar kolektif."
![Apple Tutup 3 Gerai Apple Store di Amerika, Alasannya Bikin Kaget!]()
Ini berarti para karyawan Towson harus berjuang dari nol untuk melamar pekerjaan kembali di perusahaan mereka sendiri, mencerabut kepastian kerja yang seharusnya dilindungi oleh serikat.
Hal ini memantik amarah dari Asosiasi Internasional Ahli Mesin dan Pekerja Dirgantara (IAM - International Association of Machinists and Aerospace Workers), organisasi induk yang menaungi serikat pekerja Towson. Apple dinilai memanipulasi celah hukum.
"Klaim Apple bahwa perjanjian tawar-menawar kolektif mencegah relokasi adalah salah dan memunculkan kekhawatiran serius bahwa penutupan ini adalah upaya sinis untuk memberangus serikat pekerja (bust the union)," serang perwakilan IAM dengan tegas.
Melihat nilai valuasi Apple yang menembus triliunan dolar, alasan penutupan gerai ikonik hanya karena "mal sepi" terasa sangat klise dan tidak rasional. Perusahaan sekelas Apple memiliki modal tanpa batas untuk mempertahankan atau merelokasi sebuah gerai tanpa harus mengorbankan pekerjanya.
Langkah ini secara jelas dibaca oleh pasar dan pengamat ketenagakerjaan sebagai sinyal ancaman dan unjuk kekuatan (show of force) dari manajemen pusat Apple kepada gerai-gerai lain di seluruh dunia: jangan berani membentuk serikat pekerja, atau toko Anda akan ditutup.
Keputusan ini bukan sekadar penyesuaian bisnis biasa, melainkan menyingkap dugaan praktik kotor pemberangusan serikat pekerja (union-busting) yang dibalut dengan kedok efisiensi dan kondisi pusat perbelanjaan yang sepi.
Kabar mengejutkan ini mengonfirmasi penutupan permanen tiga gerai Apple Store yang berlokasi di Trumbull (Connecticut), Escondido (California), dan Towson (Maryland).
Meski demikian, sorotan paling tajam tertuju pada gerai di Towson. Gerai ini bukanlah toko sembarangan. Tapi, simbol perlawanan dan gerai Apple pertama dalam sejarah yang para pekerjanya berhasil berserikat dan mencapai kesepakatan kontrak kerja kolektif pada 2024 lalu.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh MacRumors, manajemen Apple berdalih bahwa penutupan operasi ketiga toko tersebut terpaksa dilakukan akibat "tutupnya beberapa peritel dan menurunnya kondisi" di pusat-pusat perbelanjaan tempat gerai tersebut bernaung.
Berdasarkan data dan pernyataan resmi perusahaan, perlakuan terhadap karyawan gerai yang berserikat dan yang tidak berserikat bak bumi dan langit.
"Anggota tim kami di Trumbull dan North County (Escondido) akan melanjutkan peran mereka di gerai Apple Retail terdekat," tulis Apple. Artinya, karyawan di dua toko tersebut mendapat garansi relokasi pekerjaan secara otomatis.
Sebaliknya, nasib nahas menimpa karyawan di gerai bersejarah Towson. Alih-alih direlokasi, Apple hanya menyatakan bahwa karyawan Towson "akan memenuhi syarat untuk melamar peran yang terbuka di Apple sesuai dengan perjanjian tawar-menawar kolektif."

Ini berarti para karyawan Towson harus berjuang dari nol untuk melamar pekerjaan kembali di perusahaan mereka sendiri, mencerabut kepastian kerja yang seharusnya dilindungi oleh serikat.
Hal ini memantik amarah dari Asosiasi Internasional Ahli Mesin dan Pekerja Dirgantara (IAM - International Association of Machinists and Aerospace Workers), organisasi induk yang menaungi serikat pekerja Towson. Apple dinilai memanipulasi celah hukum.
"Klaim Apple bahwa perjanjian tawar-menawar kolektif mencegah relokasi adalah salah dan memunculkan kekhawatiran serius bahwa penutupan ini adalah upaya sinis untuk memberangus serikat pekerja (bust the union)," serang perwakilan IAM dengan tegas.
Melihat nilai valuasi Apple yang menembus triliunan dolar, alasan penutupan gerai ikonik hanya karena "mal sepi" terasa sangat klise dan tidak rasional. Perusahaan sekelas Apple memiliki modal tanpa batas untuk mempertahankan atau merelokasi sebuah gerai tanpa harus mengorbankan pekerjanya.
Langkah ini secara jelas dibaca oleh pasar dan pengamat ketenagakerjaan sebagai sinyal ancaman dan unjuk kekuatan (show of force) dari manajemen pusat Apple kepada gerai-gerai lain di seluruh dunia: jangan berani membentuk serikat pekerja, atau toko Anda akan ditutup.
(dan)
Lihat Juga :