AI Jadi Mata yang Bisa Melihat dan Deteksi Kanker Paru-paru

Jum'at, 10 April 2026 - 07:14 WIB
loading...
A A A
AI tidak terbatas pada penyakit paru-paru; AI juga diterapkan untuk penilaian kondisi lain seperti penyakit serebrovaskular dan penyakit arteri koroner.

Secara spesifik, dalam penilaian penyakit serebrovaskular, setelah pasien dipindai, sistem AI dapat secara otomatis menghitung volume jaringan otak yang mengalami infark ireversibel (inti infark) dan jaringan otak yang masih dapat diselamatkan dengan reperfusi (penumbra).

Berdasarkan parameter-parameter ini, dokter memiliki dasar yang lebih baik untuk memutuskan apakah akan melakukan revaskularisasi atau tidak, serta memprediksi efektivitas pengobatan. Ini merupakan langkah maju yang signifikan, karena sebelumnya penilaian ini sangat bergantung pada pengalaman dan lebih memakan waktu.

Dalam mendiagnosis penyakit arteri koroner, dokter sebelumnya harus memproses data pencitraan secara manual, merekonstruksi pembuluh darah, kemudian menilai tingkat stenosis dan mengidentifikasi lokasi lesi. Sekarang, sistem AI dapat secara otomatis melakukan langkah-langkah ini: mulai dari rekonstruksi gambar dan pengukuran persentase stenosis hingga mengidentifikasi secara akurat nama cabang arteri yang terkena.

AI mendeteksi penyakit dari nodul-nodul kecil.

Bukti paling jelas tentang efektivitas AI adalah kasus seorang pasien pria berusia 69 tahun, NTT, dari Hanoi. Pasien tersebut dirawat di rumah sakit untuk pengobatan batu ginjal, tetapi selama pemindaian CT, sistem AI mendeteksi opasitas ground-glass berukuran 10x13mm di lobus atas paru-paru kirinya dengan probabilitas keganasan 97%. Berkat "mata yang melihat segalanya" dari AI, pasien tersebut didiagnosis menderita adenokarsinoma stadium IA.

Ini adalah stadium yang sangat awal, memungkinkan dilakukannya operasi laparoskopi radikal, yang menghasilkan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun hingga 70% - angka yang tidak mungkin dicapai jika terdeteksi pada stadium yang lebih lanjut.

Namun, ini tidak berarti bahwa AI dapat sepenuhnya menggantikan dokter. Keputusan akhir tentang rencana perawatan tetap akan didasarkan pada kombinasi kecerdasan buatan dan pengalaman klinis dokter, bersama dengan faktor-faktor seperti riwayat medis pasien dan hasil tes.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai $10,9 Miliar?
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Rekomendasi
Badai Petir Hantam Stadion...
Badai Petir Hantam Stadion Azteca, Kick-off Meksiko vs Inggris Mundur 1 Jam
Membangun dari Daerah,...
Membangun dari Daerah, Menguatkan Indonesia
BRIN Buka Program Magang...
BRIN Buka Program Magang Riset dan Non Riset 2026, Ini Jadwal dan Persyaratannya
Berita Terkini
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved