AI Jadi Mata yang Bisa Melihat dan Deteksi Kanker Paru-paru

Jum'at, 10 April 2026 - 07:14 WIB
loading...
AI Jadi Mata yang Bisa...
AI Jadi Mata yang Bisa Melihat dan Deteksi Kanker Paru-paru. Foto/Daily
A A A
LONDON - AI Jadi Mata yang Bisa Melihat dan Deteksi Kanker Paru-paru

New York- Dengan kemampuannya mengidentifikasi nodul paru-paru mikroskopis dan memberikan probabilitas keganasan hingga 97%, kecerdasan buatan (AI) berperan sebagai "asisten pintar," membantu dokter mendeteksi penyakit pada tahap awal.

Kanker paru-paru seringkali berkembang tanpa gejala, artinya sekitar 85% pasien baru didiagnosis pada stadium lanjut. Untuk mengatasi masalah ini, Rumah Sakit Bach Mai, bekerja sama dengan Universitas Teknologi (Universitas Nasional Vietnam, Hanoi) dan rumah sakit serta lembaga penelitian lainnya, telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan "Buatan Bach Mai" di Pusat Kedokteran Nuklir dan Onkologi.

Saat ini, Rumah Sakit Bach Mai telah mengembangkan tiga model untuk mendiagnosis kanker paru-paru berdasarkan analisis big data dan AI.

Model pertama mendiagnosis kanker paru-paru berdasarkan analisis hasil pemindaian tomografi terkomputasi (CT) paru-paru. Model kedua mendiagnosis kanker paru-paru berdasarkan analisis waktu nyata dari citra endoskopi pernapasan dan bronkoskopi. Model ketiga mendiagnosis kanker paru-paru berdasarkan analisis citra histopatologi.

Sistem ini mampu memindai setiap irisan gambar secara otomatis, menentukan lokasi lesi yang dicurigai, dan mengklasifikasikan sel. Dalam implementasi praktis, model AI ini telah mencapai akurasi yang melampaui dokter dengan pengalaman profesional selama lima tahun.

Nodul kecil dan samar di bawah 1 cm, yang mudah terlewatkan oleh mata telanjang tetapi memiliki tingkat keganasan lebih dari 60%, kini dapat diidentifikasi oleh AI, membantu dokter menentukan secara tepat kapan intervensi bedah diperlukan, bukan hanya pemantauan yang berkepanjangan.

Pergelangan tangan dokter yang terentang dalam praktik klinis.

Di Rumah Sakit Universitas Kedokteran Hanoi, AI juga telah menjadi alat rutin dalam pencitraan diagnostik. Dr. Nguyen Ngoc Cuong, Kepala Departemen Radiologi Intervensional, mengatakan bahwa AI bertindak sebagai "pembaca kedua," beroperasi secara stabil dan tidak terpengaruh oleh faktor subjektif seperti kelelahan, stres, atau emosi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
Toyota Tegaskan AI dan...
Toyota Tegaskan AI dan Robot Tidak Akan Gantikan Manusia
Ford Gunakan AI untuk...
Ford Gunakan AI untuk Hidupkan Kembali Aurora Tahun 1964
Rekomendasi
Profil Mitchell Baker,...
Profil Mitchell Baker, Striker Debutan Timnas Indonesia yang Langsung Cetak Hattrick
Mitchell Baker Bersinar...
Mitchell Baker Bersinar di Debut Bersama Timnas Indonesia: Mimpi Saya Jadi Kenyataan
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Berita Terkini
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved