Serangan Drone dan Rudal Iran di Negara Teluk Picu Peringatan Radioaktif Dikeluarkan

Senin, 06 April 2026 - 18:49 WIB
loading...
Serangan Drone dan Rudal...
Serangan Drone dan Rudal Iran di Negara Teluk. Foto/viet
A A A
TEHERAN - Serangan rudal dan pesawat tak berawak pada tanggal 5 April, yang diyakini dilakukan oleh Iran, terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dalam beberapa pekan terakhir.



Iran telah menargetkan infrastruktur energi dan industri di negara-negara Teluk, menuduh mereka mengizinkan pasukan AS menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran.

Di Abu Dhabi, para pejabat mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menangani beberapa kebakaran di sebuah pabrik petrokimia di kawasan industri Ruwais, yang terletak di pantai barat laut Uni Emirat Arab.

Kantor media menyatakan bahwa kebakaran tersebut berasal dari puing-puing yang berjatuhan setelah pertahanan udara mencegat target udara.

Operasi di fasilitas petrokimia Borouge telah dihentikan sementara untuk menilai kerusakan.Kementerian PertahananUEA sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka menanggapi serangan tersebut dengan rudal dan drone. Belum ada informasi mengenai korban jiwa.

Kantor berita IRNA sebelumnya melaporkan bahwa militer Iran telah mengumumkan akan menargetkan industri aluminium di UEA dan infrastrukturmiliterAS di Kuwait.

Di Bahrain, perusahaan energi Bapco Energies mengatakan serangan drone menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar pagi itu. Api kemudian berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Sementara itu, Kementerian Listrik dan Air Kuwait mengatakan dua pembangkit listrik dan instalasi desalinasi rusak akibat serangan pesawat tak berawak, yang menyebabkan dua generator mati dan menimbulkan kerusakan material yang signifikan.

Ketegangan meningkat pada tanggal 4 April lalu ketika serangan terhadap fasilitas petrokimia di provinsi Khuzestan (Iran barat daya) menewaskan lima orang, menurut pejabat setempat.

Para pengamat meyakini bahwa ancaman tersebut meluas ke pabrik-pabrik desalinasi – sumber air vital bagi negara-negara Teluk – sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan energi dan kehidupan di kawasan tersebut.

Sebelumnya pada tanggal 3 April, Iran memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa serangan berulang terhadap fasilitas nuklirnya sejak akhir Februari dapat menyebabkan kebocoran radioaktif yang meluas, yang memengaruhi seluruh wilayah.

Iran mengklaim tindakan-tindakan ini melanggar hukum internasional dan menyerukan komunitas internasional untuk campur tangan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Rekomendasi
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved