Populasi Menyusut 15 Juta Jiwa, Bertahan Hidupnya Industri Jepang Kini Bergantung Pada Robot

Senin, 06 April 2026 - 13:54 WIB
loading...
A A A
Sho Yamanaka, Principal dari Salesforce Ventures, memberikan analisis tajam mengenai pergeseran budaya industri ini.

"Pendorongnya telah bergeser dari sekadar efisiensi menjadi kelangsungan hidup industri," ungkapnya.

"Mengingat populasi usia kerja yang menyusut, AI fisik adalah masalah urgensi nasional untuk mempertahankan standar industri dan layanan sosial."

Hal senada dilontarkan Hogil Doh, General Partner Global Brain. Menurutnya, perusahaan-perusahaan kini memborong AI fisik sebagai alat kontinuitas agar pabrik dan gudang tetap beroperasi di tengah kelangkaan manusia. Skala adopsinya pun bukan lagi eksperimen. "Sinyalnya sederhana: penyebaran yang dibayar pelanggan, bukan sekadar uji coba yang didanai vendor," tegas Doh.

Dari segi infrastruktur mekanis, keunggulan Jepang yang diwariskan dari tradisi monozukuri (keahlian pembuatan) menjadikan mereka raja di sektor perangkat keras.

Issei Takino, CEO Mujin, menjelaskan bahwa meski Amerika Serikat memimpin di lapisan pengembangan perangkat lunak dan layanan, keunggulan perakitan fisik yang kompleks—terutama kontrol gerakan presisi—tetap dikuasai oleh Jepang dan China.

"Dalam robotika... sangat penting untuk memiliki pemahaman mendalam tentang karakteristik fisik perangkat keras," papar Takino.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Jepang Siap Bangun Kapal...
Jepang Siap Bangun Kapal Perang Super Terbesar dalam Sejarah
Jepang Menggunakan Monster...
Jepang Menggunakan Monster Serigala untuk Menghalau Beruang
Hyundai Motor Siap Menjual...
Hyundai Motor Siap Menjual Bebas Robot Humanoid
Mengapa Robot Bisa Bikin...
Mengapa Robot Bisa Bikin Perang Semakin Menjadi Lebih Dahsyat?
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Rekomendasi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved