Ambisi Gila Mark Zuckerberg: Meta Bersiap Pecat 15.000 Karyawan Demi Danai AI Rp2.295 Triliun
Selasa, 31 Maret 2026 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menambal lubang biaya maha besar ini, manusia harus disingkirkan. Ironisnya, Wall Street menari di atas penderitaan ini; saham Meta langsung melonjak hampir 3 persen saat perdagangan dibuka pada hari Senin merespons rumor PHK tersebut.
Tsunami pemecatan ini mengukuhkan rekam jejak kelam perusahaan. Meta sebelumnya telah membuang 11.000 pekerja pada 2022 dan memangkas 10.000 posisi tambahan di masa yang disebut Zuckerberg sebagai "tahun efisiensi" pada awal 2023. Juru bicara Meta, Andy Stone, berusaha meredam kepanikan dengan berkilah bahwa kabar ini hanyalah "pelaporan spekulatif tentang pendekatan teoretis."
Namun, fakta di lapangan berbicara sebaliknya. Awal tahun ini, Zuckerberg secara terbuka memuja efisiensi AI dengan sesumbar bahwa proyek yang dulunya membutuhkan tim besar kini bisa diselesaikan oleh "satu orang yang sangat berbakat."
Paradoksnya, demi mengejar talenta tunggal ini, Zuckerberg sempat menyodorkan tawaran gaji tak masuk akal menembus USD1 miliar (Rp17 triliun) kepada seorang ahli AI papan atas, tawaran absurd yang pada akhirnya ditolak.
Di tengah ancaman merumahkan karyawannya sendiri, Meta justru foya-foya berbelanja perusahaan lain. Bukti bahwa mereka tidak kekurangan dana terlihat jelas minggu lalu saat Meta mengakuisisi Moltbook, situs mirip Reddit yang digerakkan bot AI, serta mencaplok startup AI asal China, Manus, dengan nilai fantastis antara 2 hingga USD3 miliar (Rp34 triliun - Rp51 triliun).
Tsunami pemecatan ini mengukuhkan rekam jejak kelam perusahaan. Meta sebelumnya telah membuang 11.000 pekerja pada 2022 dan memangkas 10.000 posisi tambahan di masa yang disebut Zuckerberg sebagai "tahun efisiensi" pada awal 2023. Juru bicara Meta, Andy Stone, berusaha meredam kepanikan dengan berkilah bahwa kabar ini hanyalah "pelaporan spekulatif tentang pendekatan teoretis."
Namun, fakta di lapangan berbicara sebaliknya. Awal tahun ini, Zuckerberg secara terbuka memuja efisiensi AI dengan sesumbar bahwa proyek yang dulunya membutuhkan tim besar kini bisa diselesaikan oleh "satu orang yang sangat berbakat."
Paradoksnya, demi mengejar talenta tunggal ini, Zuckerberg sempat menyodorkan tawaran gaji tak masuk akal menembus USD1 miliar (Rp17 triliun) kepada seorang ahli AI papan atas, tawaran absurd yang pada akhirnya ditolak.
Di tengah ancaman merumahkan karyawannya sendiri, Meta justru foya-foya berbelanja perusahaan lain. Bukti bahwa mereka tidak kekurangan dana terlihat jelas minggu lalu saat Meta mengakuisisi Moltbook, situs mirip Reddit yang digerakkan bot AI, serta mencaplok startup AI asal China, Manus, dengan nilai fantastis antara 2 hingga USD3 miliar (Rp34 triliun - Rp51 triliun).
Lihat Juga :