Iran Bombardir E-3 Sentry AWACS Teknologi Mata-mata AS di Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 - 18:44 WIB
loading...
Iran Bombardir E-3 Sentry...
Iran Bombardir E-3 Sentry AWACS Teknologi Mata-mata AS. Foto/ viet
A A A
TEHERAN - Serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada 27 Maret menimbulkan kejutan ketika menghancurkan sepenuhnya pesawat peringatan dini E-3 Sentry AWACS, yang dianggap sebagai "mata" di medan perang bagi AS.


Serangan itu terjadi di sebuah pangkalan yang terletak sekitar 97 km selatan ibu kota Riyadh, menggunakan setidaknya satu rudal balistik presisi dan beberapa drone bunuh diri.

Laporan awal mengkonfirmasi bahwa sekitar 10 hingga 12 tentara Amerika terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Selain korban jiwa, medan perang juga mengalami kerusakan parah pada beberapa pesawat lainnya.

Apakah dukungan intelijen dari sekutu sangat penting?
Berdasarkan citra satelit dan foto di lokasi kejadian, pesawat E-3 Sentry AWACS, dengan nomor ekor 0005, milik Skuadron Kontrol Udara ke-552 AS, mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat diperbaiki lagi.

Kubah radar yang khas di bagian belakang pesawat hancur total, dan bagian belakang badan pesawat hangus terbakar.

Gambar-gambar tersebut membandingkan pesawat E-3 Sentry normal dengan pesawat yang telah hancur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Rekomendasi
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Berita Terkini
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Apakah iPhone 18 Pro...
Apakah iPhone 18 Pro Max Akan Jadi Lompatan Terbesar Teknologi Kamera
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved