Kasih Paham Google, Hacker Iran Jebol Gmail Bos FBI
Minggu, 29 Maret 2026 - 22:43 WIB
loading...
Hacker Iran Jebol Gmail Bos FBI. FOTO/Daily
A
A
A
NEW YORK - Kelompok peretas Handala yang didukung Iran baru saja merilis sejumlah dokumen dan gambar pribadi yang diduga diambil dari akun Gmail pribadi Direktur FBI Kash Patel.
Departemen KehakimanAS (DOJ) juga secara resmi mengkonfirmasi bahwa akun email pribadi Direktur FBI Kash Patel telah diretas.
Kelompok peretas, yang menyebut dirinya Handala dan mengklaim memiliki hubungan dengan pemerintah Iran, telah bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Di situs webnya, Handala memposting sejumlah besar data sensitif tentang Bapak Patel. Dokumen yang bocor tersebut termasuk resume pribadinya, korespondensi dari tahun 2010-2019, dan banyak foto candid.
Di antaranya adalah foto Bapak Patel duduk di dalam mobil convertible, merokok cerutu, dan berpose dengan botol-botol minuman keras berukuran besar. Kelompok tersebut mengklaim telah melewati langkah-langkah keamanan untuk mendapatkan sekitar 500 GB data.
"Hari ini, sekali lagi,duniamenyaksikan runtuhnya 'mitos keamanan' Amerika. Sementara FBI dengan bangga mengumumkan penyitaan domain kami dan menawarkan hadiah USD10 jutauntuk penangkapan anggota Handala, kami telah memutuskan untuk membalas," tulis kelompok peretas Handala di halaman beranda mereka.
Sebuah unggahan di situs web kelompok peretas Handala mengklaim bertanggung jawab atas peretasan email pribadi Direktur FBI Kash Patel.
Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa dokumen yang bocor tersebut tampaknya otentik. Namun, para pejabat menekankan bahwa ini adalah pelanggaran terhadap akun pribadi, bukan serangan terhadap jaringan internal FBI yang aman. Alamat email yang diretas cocok dengan informasi Patel dalam basis data yang bocor sebelumnya.
Kelompok Handala menyatakan bahwa tindakan ini merupakan tanggapan terhadap aktivitas AS di Timur Tengah.
"Bahkan mereka yang dianggap legenda di bidang keamanan pun tidak dapat melindungi diri mereka dari kami," demikian pernyataan kelompok peretas tersebut di media sosial.
Para ahli keamanan siber percaya bahwa insiden ini merupakan pukulan besar bagi kredibilitas kepala penegak hukum AS. Fakta bahwa seorang pejabat tinggi menyimpan data pekerjaan penting atau informasi pribadi di platform gratis seperti Gmail menciptakan kerentanan signifikan terhadap spionase.
Sebelumnya, kelompok Handala juga menarik perhatian ketika menyerang perusahaan peralatanmedisAmerika, Stryker, yang menyebabkan gangguan operasional selama beberapa hari.
Baik FBI maupun Google belum mengeluarkan komentar resmi tentang bagaimana peretas mampu melewati otentikasi untuk mendapatkan kendali atas akun tersebut.
Insiden ini sekali lagi menimbulkan kekhawatiran tentang peraturan terkait penggunaan perangkat dan akun pribadi oleh personel yang memegang rahasia keamanan nasional
Departemen KehakimanAS (DOJ) juga secara resmi mengkonfirmasi bahwa akun email pribadi Direktur FBI Kash Patel telah diretas.
Kelompok peretas, yang menyebut dirinya Handala dan mengklaim memiliki hubungan dengan pemerintah Iran, telah bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Di situs webnya, Handala memposting sejumlah besar data sensitif tentang Bapak Patel. Dokumen yang bocor tersebut termasuk resume pribadinya, korespondensi dari tahun 2010-2019, dan banyak foto candid.
Di antaranya adalah foto Bapak Patel duduk di dalam mobil convertible, merokok cerutu, dan berpose dengan botol-botol minuman keras berukuran besar. Kelompok tersebut mengklaim telah melewati langkah-langkah keamanan untuk mendapatkan sekitar 500 GB data.
"Hari ini, sekali lagi,duniamenyaksikan runtuhnya 'mitos keamanan' Amerika. Sementara FBI dengan bangga mengumumkan penyitaan domain kami dan menawarkan hadiah USD10 jutauntuk penangkapan anggota Handala, kami telah memutuskan untuk membalas," tulis kelompok peretas Handala di halaman beranda mereka.
Sebuah unggahan di situs web kelompok peretas Handala mengklaim bertanggung jawab atas peretasan email pribadi Direktur FBI Kash Patel.
Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa dokumen yang bocor tersebut tampaknya otentik. Namun, para pejabat menekankan bahwa ini adalah pelanggaran terhadap akun pribadi, bukan serangan terhadap jaringan internal FBI yang aman. Alamat email yang diretas cocok dengan informasi Patel dalam basis data yang bocor sebelumnya.
Kelompok Handala menyatakan bahwa tindakan ini merupakan tanggapan terhadap aktivitas AS di Timur Tengah.
"Bahkan mereka yang dianggap legenda di bidang keamanan pun tidak dapat melindungi diri mereka dari kami," demikian pernyataan kelompok peretas tersebut di media sosial.
Para ahli keamanan siber percaya bahwa insiden ini merupakan pukulan besar bagi kredibilitas kepala penegak hukum AS. Fakta bahwa seorang pejabat tinggi menyimpan data pekerjaan penting atau informasi pribadi di platform gratis seperti Gmail menciptakan kerentanan signifikan terhadap spionase.
Sebelumnya, kelompok Handala juga menarik perhatian ketika menyerang perusahaan peralatanmedisAmerika, Stryker, yang menyebabkan gangguan operasional selama beberapa hari.
Baik FBI maupun Google belum mengeluarkan komentar resmi tentang bagaimana peretas mampu melewati otentikasi untuk mendapatkan kendali atas akun tersebut.
Insiden ini sekali lagi menimbulkan kekhawatiran tentang peraturan terkait penggunaan perangkat dan akun pribadi oleh personel yang memegang rahasia keamanan nasional
(wbs)
Lihat Juga :