Perang Meme Iran, Israel, dan AS Tak Kalah Panas dari Letusan Rudal

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:58 WIB
loading...
Perang Meme Iran, Israel,...
Meme Iran, Israel, dan AS. Foto/Daily
A A A
TEHERAN - Di luar serangan rudal dan drone, Iran kini terlihat melancarkan bentuk peperangan baru lainnya – sebuah ‘perang persepsi’ melalui meme, video animasi, dan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menargetkan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam konflik yang berlangsung hampir sebulan di Timur Tengah, Teheran tidak hanya mengambil tindakan militer, tetapi juga mengintensifkan propaganda digitalnya dengan menyebarkan video satir dan konten yang mengejek di media sosial dan saluran pro-pemerintah resmi.

Di antara konten viral tersebut terdapat video animasi yang menampilkan Trump dalam bentuk Lego dan karakter anak-anak bergaya Teletubbies, serta klip yang menggambarkan Iran sebagai ‘Penguasa Selat’ karena kemampuannya untuk mengganggu Selat Hormuz yang strategis.

Dalam video lain, sosok yang menyerupai pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, digambarkan bangkit setelah serangan sebelum digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin baru – sebuah pesan simbolis tentang keberlanjutan kekuasaan.

Dukungan ini telah disebarluaskan secara luas oleh media Iran, akun proksi, dan jaringan dukungan luar negeri untuk menciptakan narasi bahwa Iran tetap kuat dan tak tergoyahkan.

Para ahli melihat strategi ini sebagai bentuk perang asimetris, di mana Iran menggunakan keunggulan komunikasi digitalnya untuk mengimbangi kekurangan kekuatan militernya dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Serangan fisik menggunakan rudal dan drone menjadi dasar propaganda, sehingga membuat narasi lebih meyakinkan.

Selain itu, pesan-pesan propaganda juga disematkan dalam rudal, termasuk kutipan anti-perang yang dikaitkan dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez sebagai sindiran terhadap lawan.

Analisis menemukan bahwa konten yang dihasilkan memiliki tema yang konsisten, yaitu Trump digambarkan sebagai lemah atau putus asa, sementara Netanyahu digambarkan dalam keadaan tertekan.

Tujuan utamanya adalah untuk membentuk persepsi global bahwa perang itu mahal, berisiko, dan tidak menguntungkan bagi lawan, sehingga memengaruhi dukungan publik terhadap konflik tersebut.

Menurut sebuah studi oleh para peneliti di Universitas Clemson, jaringan pengaruh Iran sekarang beroperasi sebagai mesin propaganda yang berfokus tunggal yang memanfaatkan AI dalam skala besar.

Para analis berpendapat bahwa meskipun Iran mungkin tidak dapat menandingi kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel, negara tersebut telah berhasil mendominasi persepsi publik – setidaknya untuk saat ini.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Rekomendasi
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved