Teknologi AI Maven AS Tewaskan 175 Pelajar Iran dalam Sekali Serangan

Jum'at, 27 Maret 2026 - 20:30 WIB
loading...
Teknologi AI Maven AS...
Teknologi AI Maven AS. FOTO/ VIET
A A A
BEIJING - Serangan rudal terhadap sebuah sekolah di Iran, yang menewaskan 175 warga sipil, telah mendorong dunia untuk mempertanyakan risiko penggunaan AI untuk tujuan militer.

Pada tanggal 28 Februari, sebuah rudal Tomahawk yang dipandu AI menghancurkan sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan. Setidaknya 175 orang tewas, lebih dari 100 di antaranya anak-anak di bawah usia 12 tahun, menurut data dari PBB dan Iran.

Investigasi awal oleh Pentagon telah menetapkan bahwa ini adalah kesalahan penargetan AS. Sekolah tersebut sebelumnya terletak di lahan pangkalan angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), tetapi tembok pemisah didirikan antara tahun 2013 dan 2016, memisahkan sekolah dari pangkalan tersebut.

Citra satelit dari Amnesty International mengkonfirmasi hal ini. Sekolah tersebut telah beroperasi selama bertahun-tahun, memiliki situs web dan akun media sosial sendiri.

Kisah tragis ini mengungkap sisi gelap AI dalam penggunaan data. Sistem Cerdas Maven, platform penargetan yang dibangun oleh Palantir berdasarkan kontrak senilai $1,3 miliar dengan Pentagon, digunakan dalam operasi tersebut.

Maven mengintegrasikan citra satelit, data radar, dan sinyal intelijen, menggunakan model AI Claude dari Anthropic untuk mengklasifikasikan target dan menghasilkan paket serangan udara secara real-time. Dalam 24 jam pertama kampanye Iran, sistem ini menghasilkan ratusan koordinat serangan.

Namun, beberapa mantan pejabat militer AS mengatakan kepada Semafor bahwa kesalahan manusia bertanggung jawab atas serangan sekolah tersebut. Alasannya adalah data yang dikelola manusia sudah usang dan tidak diperbarui tepat waktu ketika sebuah sekolah menggantikan pangkalan militer di lokasi yang sama.

Dmytro Matviyuk, seorang ahli drone yang telah bekerja dengan sistem otomatis serupa, percaya bahwa masalahnya bukanlah pada AI itu sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved