Berita Duka: Sang Penyelamat Orangutan Kalimantan, Biruté Galdikas Tutup Usia di Umur 79 Tahun
Jum'at, 27 Maret 2026 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
Isabelle Laumer, primatolog di Institut Antropologi Max-Planck, menegaskan pentingnya temuan angka tersebut.
Galdikas adalah ilmuwan pertama yang membuktikan bahwa reproduksi yang sangat lambat ini membuat orangutan sangat rentan terhadap kehilangan habitat.
Data fundamental ini kemudian menjadi fondasi utama strategi konservasi dan program reintroduksi global.
Tindakan nyatanya tak berhenti pada publikasi penelitian di jurnal bergengsi Science pada 1978. Pada 1986, ia mendirikan Orangutan Foundation International. Melalui pusat rehabilitasi yang dibangunnya, sebanyak 450 orangutan tangkapan berhasil dikembalikan ke habitat aslinya di alam liar.
Berkat kerja kerasnya pula, kawasan Tanjung Puting resmi ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1983, menyelamatkan populasi
orangutan liar terbesar yang tersisa di dunia saat ini.
"Semua yang dia lakukan adalah untuk mereka (orangutan). Dia memiliki jiwa yang sangat unik," ungkap Ruth Linsky, kandidat PhD di Simon Fraser
University yang mendampingi Galdikas di saat terakhirnya.
Galdikas adalah ilmuwan pertama yang membuktikan bahwa reproduksi yang sangat lambat ini membuat orangutan sangat rentan terhadap kehilangan habitat.
Data fundamental ini kemudian menjadi fondasi utama strategi konservasi dan program reintroduksi global.
Tindakan nyatanya tak berhenti pada publikasi penelitian di jurnal bergengsi Science pada 1978. Pada 1986, ia mendirikan Orangutan Foundation International. Melalui pusat rehabilitasi yang dibangunnya, sebanyak 450 orangutan tangkapan berhasil dikembalikan ke habitat aslinya di alam liar.
Berkat kerja kerasnya pula, kawasan Tanjung Puting resmi ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1983, menyelamatkan populasi
orangutan liar terbesar yang tersisa di dunia saat ini.
"Semua yang dia lakukan adalah untuk mereka (orangutan). Dia memiliki jiwa yang sangat unik," ungkap Ruth Linsky, kandidat PhD di Simon Fraser
University yang mendampingi Galdikas di saat terakhirnya.
Lihat Juga :