Berita Duka: Sang Penyelamat Orangutan Kalimantan, Biruté Galdikas Tutup Usia di Umur 79 Tahun
Jum'at, 27 Maret 2026 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
Kisah cintanya dengan Indonesia juga terukir dalam kehidupan pribadinya. Setelah bercerai dengan Brindamour (ayah dari putra pertamanya, Binti,
yang lahir pada 1975), Galdikas menikah dengan Bohap, seorang tetua adat Dayak sekaligus asisten penelitinya di Camp Leakey.
Bersama Bohap, ia dikaruniai dua anak, Frederick dan Jane, yang setia mendampinginya hingga akhir hayat.
Sebagai Profesor Luar Biasa di Universitas Nasional Jakarta sejak dekade 1970-an dan Simon Fraser University sejak 1981, Galdikas telah dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Tyler Prize for Environmental Achievement, United Nations Global 500 Award, hingga penghargaan Satya Lencana dan Kalpataru yang diserahkan langsung oleh Presiden Indonesia.
"Warisan beliau sangat besar, meletakkan fondasi bagi pemahaman ilmiah kita tentang perilaku orangutan dan perlindungan habitat utama mereka," tulis Ian Redmond, Ketua Ape Alliance.
yang lahir pada 1975), Galdikas menikah dengan Bohap, seorang tetua adat Dayak sekaligus asisten penelitinya di Camp Leakey.
Bersama Bohap, ia dikaruniai dua anak, Frederick dan Jane, yang setia mendampinginya hingga akhir hayat.
Sebagai Profesor Luar Biasa di Universitas Nasional Jakarta sejak dekade 1970-an dan Simon Fraser University sejak 1981, Galdikas telah dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Tyler Prize for Environmental Achievement, United Nations Global 500 Award, hingga penghargaan Satya Lencana dan Kalpataru yang diserahkan langsung oleh Presiden Indonesia.
"Warisan beliau sangat besar, meletakkan fondasi bagi pemahaman ilmiah kita tentang perilaku orangutan dan perlindungan habitat utama mereka," tulis Ian Redmond, Ketua Ape Alliance.
(dan)
Lihat Juga :