Dari 44 Juta Jadi 1 Juta Pemain: Runtuhnya Kerajaan Fortnite Picu Gelombang PHK Epic Games

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:18 WIB
loading...
Dari 44 Juta Jadi 1...
Fortnite ditinggalkan para pemainnya, membuat Epic Games harus melakukan efisiensi. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Ledakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa 1.000 karyawan Epic Games bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil tak terelakkan dari terjun bebasnya jumlah pemain aktif Fortnite yang gagal mempertahankan momentum di tengah brutalnya persaingan pasar game tahun 2026.

Berdasarkan penelusuran data dan laporan pasar terbaru, grafik jumlah pemain aktif Fortnite memperlihatkan kontraksi yang sangat mengkhawatirkan.

Mari kita menengok ke belakang pada masa puncak kejayaannya di akhir 2023 hingga 2024.

Saat itu, lewat peluncuran event besar bernuansa nostalgia seperti kembalinya peta klasik "Fortnite OG" dan tribute "Remix: The Finale", Epic Games berhasil mencetak rekor fantastis. Game ini sanggup memuat hingga 44,7 juta pemain aktif harian (DAU), dengan total pengguna aktif bulanan (MAU) pada masa liburan yang menembus rekor 110 juta hingga 126 juta pemain.

Namun, fakta di kuartal pertama 2026 berbalik 180 derajat. Memasuki bulan Februari hingga Maret 2026, rata-rata pemain aktif harian menyusut drastis, hanya menyisakan angka di kisaran 1,15 juta hingga 1,3 juta pemain saja.

Bahkan, pantauan dari beberapa platform pelacak independen seperti Fortnite.gg mencatat bahwa rata-rata pemain harian selama periode 30 hari sempat merosot menyentuh titik terendahnya di angka 994.711 pemain.

Ini adalah titik nadir yang belum pernah mereka alami dalam dua tahun terakhir.

Mimpi buruk Epic Games tidak berhenti pada jumlah individu yang sekadar login, tetapi juga merembet pada retensi waktu atau durasi bermain yang anjlok secara radikal.

Data dari pelacak Circana Player Engagement pada awal 2026 menunjukkan tren yang sangat lesu di pasar konsol.

Bagi pengguna PlayStation, rata-rata pemain kini hanya menghabiskan waktu 16 jam per bulan di dalam gim.

Angka ini turun tajam dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni Februari 2025, yang masih mampu mencapai 21 jam per bulan.

Nasib serupa terjadi pada ekosistem Xbox, di mana rata-rata durasi bermain merosot ke angka 15 jam per bulan, meninggalkan kejayaan tahun sebelumnya yang masih sanggup menahan pemain di level 19 jam per bulan.

Lonjakan puluhan juta pemain pada era keemasan Fortnite sangat digerakkan oleh hype dan nostalgia massal. Sayangnya, pembaruan musim (season updates) sepanjang tahun 2025 dinilai gagal total dalam menghadirkan "sihir" inovasi. Tanpa adanya konten baru yang memikat, pengguna kasual perlahan pergi meninggalkan komunitas pemain inti.

Karena model bisnis live service game sangat bergantung pada tingkat kunjungan harian untuk memancing pembelian kosmetik virtual melalui microtransaction V-Bucks, penurunan durasi bermain ini secara otomatis memangkas habis margin keuntungan perusahaan.

Kegagalan adaptasi dalam memutar roda ekonomi di dalam gim inilah yang pada akhirnya memaksa CEO Tim Sweeney menekan tombol darurat, mengorbankan 1.000 kursi karyawannya demi menjaga napas dan keberlangsungan operasional perusahaan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Game Hancur Lebur!...
Pasar Game Hancur Lebur! Epic Games PHK 1.000 Orang, Pemain Fortnite Kabur
Tutup Studio The Initiative,...
Tutup Studio The Initiative, Microsoft Batal Hadirkan Game Xbox
Bos Epic Games Sebut...
Bos Epic Games Sebut Apple dan Google Lakukan Monopoli dan Berbisnis ala Mafia
Menjelajahi Dunia Virtual:...
Menjelajahi Dunia Virtual: Game-Game Serupa Roblox yang Wajib Dicoba
Baru Rilis, Game Black...
Baru Rilis, Game Black Myth: Wukong Pecahkan Rekor Dunia
GTA 6 Bakal Jadi Game...
GTA 6 Bakal Jadi Game Paling Mahal di Dunia, Habiskan Rp31 Triliun
Ariana Grande Gelar...
Ariana Grande Gelar Konser Virtual Bertajuk Rift Tour di Game Fortnite
Tokoh Anime Naruto Dikabarkan...
Tokoh Anime Naruto Dikabarkan Bakal Muncul dalam Game Fortnite
Universitas Al-Azhar...
Universitas Al-Azhar ‘Haramkan’ Video Game Berisi Penghancuran Kabah
Rekomendasi
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Berita Terkini
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Infografis
Ramadhan Sananta, dari...
Ramadhan Sananta, dari Liga 3 hingga jadi Top Skor SEA Games 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved