Urusan Senjata Nuklir Dipastikan Ilmuwan Yahudi Kalah Jauh dari Iran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:18 WIB
loading...
Urusan Senjata Nuklir...
Rudal Pencegat Iran Pakai Mesin Motor 4 Silinder. FOTO/ DAILY
A A A
TEHERAN - Tokoh konservatif Iran, Mohammad Javad Larijani, mengungkapkan bahwa negaranya memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi bom nuklir dalam waktu kurang dari dua minggu, tetapi memilih untuk tidak melakukannya.

Larijani, mantan diplomat dan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada fatwa Khamenei yang melarang penggunaan senjata nuklir, berdasarkan hukum Syiah yang kuat.

Ia mengatakan Iran telah mengembangkan doktrin baru yang menekankan 'kemampuan tanpa penggunaan', sebuah pendekatan yang memungkinkan negara tersebut mempertahankan pencegahan tanpa melanggar prinsip-prinsip agama.

Namun, ia mengkritik keras kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA), menuduh doktrin diplomasi tersebut menyebabkan Iran "kehilangan keberanian dan menjadi mangsa tekanan Barat."

"Kesepakatan itu tampaknya mengorbankan sebagian hak kami demi melindungi hak orang lain," ujarnya dalam sebuah konferensi tentang pemikiran Khamenei pada hari Sabtu.

Pernyataan Larijani dianggap mencerminkan sikap Teheran, yang seringkali menyeimbangkan penguasaan teknologi nuklir dengan desakan agar program tersebut tetap damai.

Namun, para analis internasional menilai bahwa sikap 'mampu tetapi enggan' ini menciptakan ruang bagi interpretasi strategis yang dapat digunakan sebagai tekanan diplomatik terhadap kekuatan-kekuatan Barat.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Rekomendasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved