Bakar Uang Rp2.295 Triliun, tapi Nggak Ada yang Mau Gunakan AI Buatan Meta
Senin, 16 Maret 2026 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Masalah teknis semakin memperkeruh suasana. Meta tampak kesulitan meluncurkan model bahasa besar (LLM) yang benar-benar kompetitif. Laporan menyebutkan peluncuran model "Avocado" ditunda hingga Mei 2026 atau lebih lama.
Bahkan, pasar prediksi hanya memberikan peluang 10,5 persen bagi model "Mango" milik Meta untuk rilis pada akhir Maret ini.
Ketidakmampuan memproduksi teknologi inti ini membuat Meta terlihat seperti kontraktor yang membangun jalan tol mewah, tetapi tidak punya mobil untuk dijalankan di atasnya.
Kondisi ini tecermin di bursa saham. Harga saham META turun sekitar 7 persen sepanjang tahun berjalan (YTD), jauh di bawah angka tertingginya dalam 52 minggu terakhir yang sempat menyentuh Rp 13.516.020 (USD795,06). Meski konsensus analis menetapkan target harga pada Rp 14.658.250 (USD862,25), target itu bergantung sepenuhnya pada satu asumsi: apakah investasi triliunan rupiah tersebut bisa berubah menjadi keunggulan kompetitif yang nyata.
Jika Meta terus gagal menghadirkan produk yang dicari pengguna secara sukarela—bukan sekadar ditempelkan pada aplikasi yang sudah ada—maka capex ribuan triliun tersebut hanyalah "upeti" mahal untuk mengejar ketertinggalan yang tak kunjung terkejar.
Bahkan, pasar prediksi hanya memberikan peluang 10,5 persen bagi model "Mango" milik Meta untuk rilis pada akhir Maret ini.
Ketidakmampuan memproduksi teknologi inti ini membuat Meta terlihat seperti kontraktor yang membangun jalan tol mewah, tetapi tidak punya mobil untuk dijalankan di atasnya.
Kondisi ini tecermin di bursa saham. Harga saham META turun sekitar 7 persen sepanjang tahun berjalan (YTD), jauh di bawah angka tertingginya dalam 52 minggu terakhir yang sempat menyentuh Rp 13.516.020 (USD795,06). Meski konsensus analis menetapkan target harga pada Rp 14.658.250 (USD862,25), target itu bergantung sepenuhnya pada satu asumsi: apakah investasi triliunan rupiah tersebut bisa berubah menjadi keunggulan kompetitif yang nyata.
Jika Meta terus gagal menghadirkan produk yang dicari pengguna secara sukarela—bukan sekadar ditempelkan pada aplikasi yang sudah ada—maka capex ribuan triliun tersebut hanyalah "upeti" mahal untuk mengejar ketertinggalan yang tak kunjung terkejar.
(dan)
Lihat Juga :