Internet Terancam Mati, Sesuatu yang Mendesak Dipindahkan dari Selat Hormuz
Senin, 16 Maret 2026 - 10:11 WIB
loading...
Jaringan internenet dari Selat Hormuz. FOTO/ DAILY
A
A
A
TEHERAN - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar berlomba-lomba membangun koridor data darat melalui Irak dan Suriah. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada kabel serat optik bawah laut Hormuz.
Selama beberapa dekade, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah membangun jaringan pipa minyak darat berskala besar.
Infrastruktur ini memungkinkan minyak mencapai pasarduniatanpa harus melewati Selat Hormuz. Kini, kelompok negara-negara ini menerapkan formula serupa untuk infrastruktur internet.
Persaingan semakin intensif ketika Iran membalas dengan serangan terhadap pusat data Amazon di Teluk, yang merupakan hambatan internet utama di kawasan tersebut. Ketergantungan yang berlebihan pada kabel bawah laut menimbulkan risiko yang signifikan, dan perbaikan akan sulit dilakukan jika terjadi perang. Oleh karena itu, pembangunan jalur darat menjadi tugas yang mendesak.
Persaingan untuk koridor data berbasis darat
Saat ini terdapat enam proyek besar yang bersaing untuk menghubungkan internet kawasan Teluk ke Eropa melalui jalur darat.
Proyek yang perkembangannya paling pesat adalah SilkLink, yang dipimpin oleh STC Group dari Arab Saudi. Kabel sepanjang 4.500 km ini membentang melalui Yordania dan Suriah hingga titik pendaratannya di Mediterania. Fase pertama SilkLink diperkirakan akan mulai beroperasi dalam waktu sekitar 18-24 bulan.
Selama beberapa dekade, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah membangun jaringan pipa minyak darat berskala besar.
Infrastruktur ini memungkinkan minyak mencapai pasarduniatanpa harus melewati Selat Hormuz. Kini, kelompok negara-negara ini menerapkan formula serupa untuk infrastruktur internet.
Persaingan semakin intensif ketika Iran membalas dengan serangan terhadap pusat data Amazon di Teluk, yang merupakan hambatan internet utama di kawasan tersebut. Ketergantungan yang berlebihan pada kabel bawah laut menimbulkan risiko yang signifikan, dan perbaikan akan sulit dilakukan jika terjadi perang. Oleh karena itu, pembangunan jalur darat menjadi tugas yang mendesak.
Persaingan untuk koridor data berbasis darat
Saat ini terdapat enam proyek besar yang bersaing untuk menghubungkan internet kawasan Teluk ke Eropa melalui jalur darat.
Proyek yang perkembangannya paling pesat adalah SilkLink, yang dipimpin oleh STC Group dari Arab Saudi. Kabel sepanjang 4.500 km ini membentang melalui Yordania dan Suriah hingga titik pendaratannya di Mediterania. Fase pertama SilkLink diperkirakan akan mulai beroperasi dalam waktu sekitar 18-24 bulan.
Lihat Juga :