Kiamat Konsol Makin Dekat: Pendapatan Game PC Diprediksi Tumbangkan PlayStation dan Xbox di 2028
Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Tren harga 2026 menunjukkan bahwa rentang Rp510.000 hingga Rp850.000 (USD30 hingga USD50) merupakan titik keseimbangan harga (sweet spot) dengan pertumbuhan tercepat lintas platform. Di sinilah PC menang telak. Keberagaman harga di PC jauh lebih dinamis.
Game PC di bawah harga Rp510.000 (USD30) terbukti sangat laris manis. Pada 2025, tercatat ada 26 judul game di rentang harga ini yang berhasil meraup pendapatan melampaui Rp85 miliar (USD5 juta), melonjak drastis dibanding hanya 17 game pada tahun 2024.
Lebih mencengangkan, pertumbuhan rilis game baru di bawah harga Rp510.000 pada PC meroket hingga 156 persen.
Meski pelanggan layanan berlangganan secara global tumbuh, langkah merilis game pada hari pertama di Game Pass membuat angka penjualan mentah (raw sales) terlihat lesu dibandingkan PC. Game Pass terbukti menendang game-game besar seperti Clair Obscur: Expedition 33 dan The Elder Scrolls 4: Oblivion dari daftar lima besar game terlaris, karena pemain lebih memilih memainkannya gratis lewat langganan ketimbang membelinya secara satuan.
"Ini (Game Pass) sangat rumit untuk diurai. Jika Anda melihat angka penjualan mentah, Xbox memang terlihat sedikit kurang mengesankan dibanding PC. Namun, menempatkan game di Game Pass bisa bertindak sebagai alat pemasaran awal (marketing loss leader) untuk menarik perhatian dan omongan orang-orang," tutup Porter.
Sebagai catatan penutup terkait minat pemain lintas platform, Roblox masih menjadi waralaba paling banyak dimainkan tahun lalu dengan lonjakan waktu main hingga 52 persen, disusul ketat oleh Fortnite di posisi kedua dan Call of Duty di posisi ketiga.
Game PC di bawah harga Rp510.000 (USD30) terbukti sangat laris manis. Pada 2025, tercatat ada 26 judul game di rentang harga ini yang berhasil meraup pendapatan melampaui Rp85 miliar (USD5 juta), melonjak drastis dibanding hanya 17 game pada tahun 2024.
Lebih mencengangkan, pertumbuhan rilis game baru di bawah harga Rp510.000 pada PC meroket hingga 156 persen.
Paradoks Xbox Game Pass
Di tengah pergeseran ini, langkah Microsoft dengan Xbox Game Pass justru memunculkan paradoks.Meski pelanggan layanan berlangganan secara global tumbuh, langkah merilis game pada hari pertama di Game Pass membuat angka penjualan mentah (raw sales) terlihat lesu dibandingkan PC. Game Pass terbukti menendang game-game besar seperti Clair Obscur: Expedition 33 dan The Elder Scrolls 4: Oblivion dari daftar lima besar game terlaris, karena pemain lebih memilih memainkannya gratis lewat langganan ketimbang membelinya secara satuan.
"Ini (Game Pass) sangat rumit untuk diurai. Jika Anda melihat angka penjualan mentah, Xbox memang terlihat sedikit kurang mengesankan dibanding PC. Namun, menempatkan game di Game Pass bisa bertindak sebagai alat pemasaran awal (marketing loss leader) untuk menarik perhatian dan omongan orang-orang," tutup Porter.
Sebagai catatan penutup terkait minat pemain lintas platform, Roblox masih menjadi waralaba paling banyak dimainkan tahun lalu dengan lonjakan waktu main hingga 52 persen, disusul ketat oleh Fortnite di posisi kedua dan Call of Duty di posisi ketiga.
(dan)
Lihat Juga :