PC Bukan Lagi Sekadar Komputer: Lenovo Pamerkan Laptop AI, Tablet Pintar, dan Gaming Lipat
Jum'at, 13 Maret 2026 - 10:45 WIB
loading...
Lenovo memamerkan konsep laptop 3D tanpa kacamata Yoga Book Pro 3D Concept pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona. Foto: Lenovo Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Laptop masa depan tampaknya tidak lagi sekadar layar datar dan keyboard. Di Mobile World Congress (MWC) 2026, Lenovo menunjukkan gambaran baru tentang bagaimana komputer pribadi akan berevolusi: lebih cerdas, lebih fleksibel, bahkan mampu menampilkan objek tiga dimensi tanpa kacamata.
Pada pameran teknologi global yang digelar 9 Maret 2026 itu, Lenovo memperkenalkan berbagai perangkat baru untuk kreator, gamer, dan pengguna produktivitas.
Produk yang diperkenalkan mencakup laptop konvertibel Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition, laptop tipis IdeaPad Slim 5i Ultra, tablet produktivitas Idea Tab Pro Gen 2, serta laptop performa tinggi Yoga Pro 7a dan Legion 7a yang ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Max+ Series.
Selain perangkat komersial, Lenovo juga memamerkan dua konsep teknologi yang mencuri perhatian: Yoga Book Pro 3D Concept, laptop dengan layar 3D tanpa kacamata, serta Legion Go Fold Concept, perangkat gaming handheld yang dapat dilipat.
“Generasi kreator dan gamer berikutnya mengharapkan tenaga, portabilitas, dan kecerdasan hadir bersamaan dalam satu perangkat,” kata Jun Ouyang, Senior Vice President dan General Manager Consumer Segment Intelligent Devices Group Lenovo.
Ia menambahkan bahwa Lenovo berupaya menggabungkan inovasi perangkat keras dengan teknologi kecerdasan buatan agar pengalaman pengguna terasa lebih mulus dan saling terhubung.
Laptop 3D Tanpa Kacamata untuk Kreator
Salah satu perangkat paling menarik yang dipamerkan Lenovo adalah Yoga Book Pro 3D Concept. Laptop ini dirancang untuk kreator yang bekerja dengan objek tiga dimensi, seperti desainer produk, animator, hingga pengembang konten digital.
Perangkat ini menggunakan layar ganda PureSight Pro Tandem OLED dengan teknologi glasses-free 3D. Artinya pengguna dapat melihat kedalaman dan bentuk objek tiga dimensi langsung di layar tanpa memerlukan kacamata khusus.
Teknologi ini juga memanfaatkan perangkat lunak AI Lenovo yang mampu mengubah konten dua dimensi menjadi objek tiga dimensi.
Dengan kata lain, gambar biasa dapat diubah menjadi model 3D yang bisa diputar atau diedit langsung di layar.
Interaksi dengan objek juga tidak lagi mengandalkan mouse atau stylus. Melalui kamera RGB, laptop ini mendukung zero touch gestures, sehingga pengguna bisa melakukan zoom, memutar objek, atau menggeser model hanya dengan gerakan tangan.
Bagian layar bawah laptop dilengkapi snap-on pads, semacam panel kontrol yang memungkinkan pengguna mengatur pencahayaan, sudut pandang, dan warna dengan cepat.
Seluruh sistem ini didukung oleh prosesor Intel Core Ultra 7 yang dipadukan dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070, kombinasi yang dirancang untuk menangani proses rendering grafis tiga dimensi yang berat.
Tren teknologi ini juga didukung oleh pertumbuhan pasar global. Lenovo memperkirakan pasar layar 3D tanpa kacamata akan tumbuh hingga tiga kali lipat antara 2025 hingga 2032.
Gaming Handheld yang Bisa Dilipat
Selain laptop kreator, Lenovo juga memamerkan konsep perangkat gaming bernama Legion Go Fold Concept.
Perangkat ini merupakan pengembangan dari lini gaming handheld Lenovo Legion Go. Perbedaannya, perangkat ini menggunakan layar POLED yang dapat dilipat, sehingga ukuran layar dapat berubah dari 7,7 inci menjadi 11,6 inci.
Desain tersebut memungkinkan perangkat digunakan dalam beberapa mode.
Dalam mode handheld standar, perangkat berfungsi seperti konsol genggam biasa dengan layar 7,7 inci.
Namun saat layar dibuka, pengguna dapat mengaktifkan mode split screen, sehingga satu layar digunakan untuk bermain game dan layar lain untuk melihat panduan permainan.
Ada juga mode horizon full screen, di mana layar diputar 90 derajat sehingga pengguna mendapatkan pengalaman bermain dengan layar penuh 11,6 inci.
Sementara dalam mode desktop, perangkat dapat digunakan bersama keyboard nirkabel sehingga berfungsi seperti laptop kecil.
Perangkat ini ditenagai Intel Core Ultra 7 258V, dilengkapi RAM 32GB, serta baterai 48Wh untuk sesi gaming lebih lama.
Berbeda dengan aplikasi AI biasa, Qira bekerja di seluruh ekosistem Lenovo—mulai dari PC, tablet, ponsel, hingga perangkat wearable.
Sistem ini mampu memahami konteks pekerjaan pengguna di berbagai aplikasi, menjaga kesinambungan pekerjaan antar perangkat, serta memberikan bantuan otomatis berdasarkan aktivitas pengguna.
Lenovo berencana menghadirkan Qira pada lebih dari 20 perangkat Lenovo melalui pembaruan sistem atau aplikasi bawaan.
Laptop Kreator dan Tablet AI
Selain konsep teknologi, Lenovo juga meluncurkan beberapa perangkat yang akan dipasarkan secara luas.
Salah satunya adalah Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition. Laptop ini menggunakan layar 2.8K PureSight Pro OLED dengan kecerahan hingga 1100 nits serta cakupan warna 100 persen DCI-P3, Adobe RGB, dan sRGB.
Perangkat ini juga mendukung Yoga Pen Gen 2 dengan teknologi AES 3.0 untuk presisi gambar lebih tinggi.
Laptop ini memiliki desain fleksibel dengan berbagai mode penggunaan seperti Laptop, Tablet, Tent, Stand, dan Canvas.
Dengan berat sekitar 1,29 kilogram dan ketebalan 15,29 mm, perangkat ini tetap tipis namun tangguh karena telah diuji dengan standar MIL-STD-810H.
Untuk performa, laptop ini menggunakan Intel Core Ultra Series 3 dan termasuk kategori Copilot+ PC berbasis Windows 11 yang mendukung berbagai fitur AI.
Laptop Kreator Bertenaga Ryzen AI
Lenovo juga memperkenalkan Yoga Pro 7a (15,3 inci) yang ditenagai AMD Ryzen AI Max+ Series.
Prosesor ini menggunakan arsitektur memori terpadu yang memungkinkan CPU dan GPU memanfaatkan RAM hingga 128GB untuk menjalankan aplikasi kreatif berbasis AI.
Laptop ini dilengkapi layar OLED 2.5K PureSight Pro, empat speaker Dolby Atmos, serta empat mikrofon dengan noise-cancelling 3D.
Sistem pendinginnya menggunakan teknologi Lenovo X Power dengan dua kipas dan pipa panas yang mampu menjaga performa hingga 95W TDP, dengan tingkat kebisingan sekitar 22 desibel.
Tablet ini menggunakan Snapdragon 8s Gen 4 Mobile Platform dan layar 13 inci 3.5K PureSight Pro dengan Dolby Vision.
Audio didukung empat speaker JBL dengan Dolby Atmos. Perangkat ini juga memiliki baterai 10.200 mAh yang mendukung pengisian cepat 45W.
Dengan ketebalan hanya 6,20 mm dan bobot di bawah 600 gram, tablet ini dirancang untuk mobilitas tinggi.
Pertama, AI kini menjadi fitur utama, bukan lagi tambahan. Kedua, perangkat semakin fleksibel—baik dalam bentuk laptop konvertibel, layar lipat, maupun perangkat hybrid.
Ketiga, produsen teknologi mulai membangun ekosistem perangkat yang saling terhubung, sehingga pengalaman pengguna tetap konsisten di berbagai perangkat.
Dengan strategi tersebut, Lenovo tampaknya ingin memastikan satu hal: komputer masa depan tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih pintar dan lebih adaptif terhadap cara manusia bekerja dan berkreasi.
Pada pameran teknologi global yang digelar 9 Maret 2026 itu, Lenovo memperkenalkan berbagai perangkat baru untuk kreator, gamer, dan pengguna produktivitas.
Produk yang diperkenalkan mencakup laptop konvertibel Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition, laptop tipis IdeaPad Slim 5i Ultra, tablet produktivitas Idea Tab Pro Gen 2, serta laptop performa tinggi Yoga Pro 7a dan Legion 7a yang ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Max+ Series.
Selain perangkat komersial, Lenovo juga memamerkan dua konsep teknologi yang mencuri perhatian: Yoga Book Pro 3D Concept, laptop dengan layar 3D tanpa kacamata, serta Legion Go Fold Concept, perangkat gaming handheld yang dapat dilipat.
“Generasi kreator dan gamer berikutnya mengharapkan tenaga, portabilitas, dan kecerdasan hadir bersamaan dalam satu perangkat,” kata Jun Ouyang, Senior Vice President dan General Manager Consumer Segment Intelligent Devices Group Lenovo.
Ia menambahkan bahwa Lenovo berupaya menggabungkan inovasi perangkat keras dengan teknologi kecerdasan buatan agar pengalaman pengguna terasa lebih mulus dan saling terhubung.
Laptop 3D Tanpa Kacamata untuk Kreator
![PC Bukan Lagi Sekadar Komputer: Lenovo Pamerkan Laptop AI, Tablet Pintar, dan Gaming Lipat]()
Salah satu perangkat paling menarik yang dipamerkan Lenovo adalah Yoga Book Pro 3D Concept. Laptop ini dirancang untuk kreator yang bekerja dengan objek tiga dimensi, seperti desainer produk, animator, hingga pengembang konten digital.
Perangkat ini menggunakan layar ganda PureSight Pro Tandem OLED dengan teknologi glasses-free 3D. Artinya pengguna dapat melihat kedalaman dan bentuk objek tiga dimensi langsung di layar tanpa memerlukan kacamata khusus.
Teknologi ini juga memanfaatkan perangkat lunak AI Lenovo yang mampu mengubah konten dua dimensi menjadi objek tiga dimensi.
Dengan kata lain, gambar biasa dapat diubah menjadi model 3D yang bisa diputar atau diedit langsung di layar.
Interaksi dengan objek juga tidak lagi mengandalkan mouse atau stylus. Melalui kamera RGB, laptop ini mendukung zero touch gestures, sehingga pengguna bisa melakukan zoom, memutar objek, atau menggeser model hanya dengan gerakan tangan.
Bagian layar bawah laptop dilengkapi snap-on pads, semacam panel kontrol yang memungkinkan pengguna mengatur pencahayaan, sudut pandang, dan warna dengan cepat.
Seluruh sistem ini didukung oleh prosesor Intel Core Ultra 7 yang dipadukan dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070, kombinasi yang dirancang untuk menangani proses rendering grafis tiga dimensi yang berat.
Tren teknologi ini juga didukung oleh pertumbuhan pasar global. Lenovo memperkirakan pasar layar 3D tanpa kacamata akan tumbuh hingga tiga kali lipat antara 2025 hingga 2032.
Gaming Handheld yang Bisa Dilipat
![PC Bukan Lagi Sekadar Komputer: Lenovo Pamerkan Laptop AI, Tablet Pintar, dan Gaming Lipat]()
Selain laptop kreator, Lenovo juga memamerkan konsep perangkat gaming bernama Legion Go Fold Concept.
Perangkat ini merupakan pengembangan dari lini gaming handheld Lenovo Legion Go. Perbedaannya, perangkat ini menggunakan layar POLED yang dapat dilipat, sehingga ukuran layar dapat berubah dari 7,7 inci menjadi 11,6 inci.
Desain tersebut memungkinkan perangkat digunakan dalam beberapa mode.
Dalam mode handheld standar, perangkat berfungsi seperti konsol genggam biasa dengan layar 7,7 inci.
Namun saat layar dibuka, pengguna dapat mengaktifkan mode split screen, sehingga satu layar digunakan untuk bermain game dan layar lain untuk melihat panduan permainan.
Ada juga mode horizon full screen, di mana layar diputar 90 derajat sehingga pengguna mendapatkan pengalaman bermain dengan layar penuh 11,6 inci.
Sementara dalam mode desktop, perangkat dapat digunakan bersama keyboard nirkabel sehingga berfungsi seperti laptop kecil.
Perangkat ini ditenagai Intel Core Ultra 7 258V, dilengkapi RAM 32GB, serta baterai 48Wh untuk sesi gaming lebih lama.
Lenovo Qira: Asisten AI untuk Semua Perangkat
Lenovo juga memperkenalkan sistem kecerdasan buatan bernama Lenovo Qira. Teknologi ini dirancang sebagai personal ambient intelligence, yaitu AI yang terintegrasi langsung pada sistem perangkat.Berbeda dengan aplikasi AI biasa, Qira bekerja di seluruh ekosistem Lenovo—mulai dari PC, tablet, ponsel, hingga perangkat wearable.
Sistem ini mampu memahami konteks pekerjaan pengguna di berbagai aplikasi, menjaga kesinambungan pekerjaan antar perangkat, serta memberikan bantuan otomatis berdasarkan aktivitas pengguna.
Lenovo berencana menghadirkan Qira pada lebih dari 20 perangkat Lenovo melalui pembaruan sistem atau aplikasi bawaan.
Laptop Kreator dan Tablet AI
![PC Bukan Lagi Sekadar Komputer: Lenovo Pamerkan Laptop AI, Tablet Pintar, dan Gaming Lipat]()
Selain konsep teknologi, Lenovo juga meluncurkan beberapa perangkat yang akan dipasarkan secara luas.%20dalam%20Mode%20Laptop.jpg)
Salah satunya adalah Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition. Laptop ini menggunakan layar 2.8K PureSight Pro OLED dengan kecerahan hingga 1100 nits serta cakupan warna 100 persen DCI-P3, Adobe RGB, dan sRGB.
Perangkat ini juga mendukung Yoga Pen Gen 2 dengan teknologi AES 3.0 untuk presisi gambar lebih tinggi.
Laptop ini memiliki desain fleksibel dengan berbagai mode penggunaan seperti Laptop, Tablet, Tent, Stand, dan Canvas.
Dengan berat sekitar 1,29 kilogram dan ketebalan 15,29 mm, perangkat ini tetap tipis namun tangguh karena telah diuji dengan standar MIL-STD-810H.
Untuk performa, laptop ini menggunakan Intel Core Ultra Series 3 dan termasuk kategori Copilot+ PC berbasis Windows 11 yang mendukung berbagai fitur AI.
Laptop Kreator Bertenaga Ryzen AI
![PC Bukan Lagi Sekadar Komputer: Lenovo Pamerkan Laptop AI, Tablet Pintar, dan Gaming Lipat]()
Lenovo juga memperkenalkan Yoga Pro 7a (15,3 inci) yang ditenagai AMD Ryzen AI Max+ Series.%20dengan%20Yoga%20Pen%20Gen%202.jpg)
Prosesor ini menggunakan arsitektur memori terpadu yang memungkinkan CPU dan GPU memanfaatkan RAM hingga 128GB untuk menjalankan aplikasi kreatif berbasis AI.
Laptop ini dilengkapi layar OLED 2.5K PureSight Pro, empat speaker Dolby Atmos, serta empat mikrofon dengan noise-cancelling 3D.
Sistem pendinginnya menggunakan teknologi Lenovo X Power dengan dua kipas dan pipa panas yang mampu menjaga performa hingga 95W TDP, dengan tingkat kebisingan sekitar 22 desibel.
Tablet AI untuk Belajar
Lenovo juga menghadirkan Idea Tab Pro Gen 2, tablet yang dirancang untuk pelajar dan pengguna mobile.Tablet ini menggunakan Snapdragon 8s Gen 4 Mobile Platform dan layar 13 inci 3.5K PureSight Pro dengan Dolby Vision.
Audio didukung empat speaker JBL dengan Dolby Atmos. Perangkat ini juga memiliki baterai 10.200 mAh yang mendukung pengisian cepat 45W.
Dengan ketebalan hanya 6,20 mm dan bobot di bawah 600 gram, tablet ini dirancang untuk mobilitas tinggi.
Tren PC 2026: AI, Fleksibilitas, dan Ekosistem
Peluncuran berbagai perangkat ini menunjukkan arah perkembangan komputer pribadi pada 2026.Pertama, AI kini menjadi fitur utama, bukan lagi tambahan. Kedua, perangkat semakin fleksibel—baik dalam bentuk laptop konvertibel, layar lipat, maupun perangkat hybrid.
Ketiga, produsen teknologi mulai membangun ekosistem perangkat yang saling terhubung, sehingga pengalaman pengguna tetap konsisten di berbagai perangkat.
Dengan strategi tersebut, Lenovo tampaknya ingin memastikan satu hal: komputer masa depan tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih pintar dan lebih adaptif terhadap cara manusia bekerja dan berkreasi.
(dan)
Lihat Juga :