Peran Kecerdasan Buatan di Militer AS saat Pecahnya Perang Iran- Israel

Senin, 09 Maret 2026 - 11:20 WIB
loading...
A A A
Menurut pakar Giorgos Verdi, AI kini menangani tugas-tugas rutin seperti menganalisis citra satelit agar manusia dapat menafsirkannya dan membuat keputusan akhir.

Namun, para peneliti khawatir bahwa keterlibatan AI yang mendalam dapat menyebabkan pengembangan senjata otonom – senjata yang dapat mengidentifikasi dan menghancurkan target sendiri tanpa campur tangan manusia.

Sebuah studi terbaru oleh King's College London menunjukkan bahwa dalam skenario simulasi, chatbot AI hampir selalu memilih opsi mengancam untuk menggunakan senjata nuklir, sehingga meningkatkan risiko eskalasi konflik.

Meskipun Claude terbukti efektif di Venezuela dan Iran, Menteri Perang Pete Hegseth mengumumkan bahwa ia akan menghapus sistem tersebut dalam waktu enam bulan ke depan.

Keputusan itu diambil setelah Anthropic menolak memberikan akses tak terbatas kepada militer karena kekhawatiran bahwa teknologinya dapat digunakan untuk pengawasan massal atau pengembangan senjata otonom.

Hanya beberapa jam setelah membatalkan kesepakatan senilai $200 juta dengan Anthropic, Pentagon menandatangani kontrak baru dengan OpenAI untuk mengintegrasikan sistem AI canggih ke dalam "lingkungan informasi rahasia" mereka.

Para ahli percaya bahwa transisi ini akan menantang, tetapi data intelijen yang telah dikumpulkan Claude akan tetap disimpan dan digunakan kembali oleh penyedia baru.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Rekomendasi
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved