Bahaya Laten Era AI 2026: Banjir Video Hoaks Perang AS-Iran di Media Sosial
Rabu, 04 Maret 2026 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Kenyataannya, itu adalah video lama dari pemakaman pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, di Beirut pada Februari 2025. Terlihat jelas bendera Lebanon dan Hizbullah berkibar di video tersebut.
Gilanya lagi, penyebar hoaks juga memanipulasi foto satelit. Beredar foto "sebelum dan sesudah" yang diklaim menunjukkan hancurnya radar militer AS di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar.
Padahal, foto "sebelum" itu adalah tangkapan layar Google Maps dari Pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain.
Foto "sesudahnya" sangat tidak masuk akal. Secara logika spasial, foto versi AI itu tiba-tiba memunculkan bangunan tambahan yang tidak ada di foto aslinya, lalu membubuhkan efek "kerusakan" palsu. Alat pendeteksi Google kembali mengonfirmasi bahwa foto tersebut direkayasa menggunakan AI milik Google sendiri.
Memang benar bahwa pada 1 Maret 2026, Al-Jazeera melaporkan dua rudal balistik menghantam Pangkalan Udara Al Udeid. Reuters dan The New York Times juga merilis foto satelit asli kerusakan di Pangkalan Bahrain.
Di era konflik modern, peluru mungkin menembus beton, tetapi gambar palsu buatan AI menembus langsung ke pikiran jutaan manusia.
Lalu, bagaimana cara membedakan video asli atau palsu? Memang tidak ada cara yang mudah. Ada banyak parameter yang bisa digunakan. Mulai mendeteksi secara manual, hingga menggunakan tools tertentu.
Tapi, yang termudah adalah tidak gampang percaya atau menyebarkan video dari media sosial. Melainkan video-video yang diunggah di situs berita seperti Sindonews yang sudah dicek kebenarannya.
Gilanya lagi, penyebar hoaks juga memanipulasi foto satelit. Beredar foto "sebelum dan sesudah" yang diklaim menunjukkan hancurnya radar militer AS di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar.
Padahal, foto "sebelum" itu adalah tangkapan layar Google Maps dari Pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain.
Foto "sesudahnya" sangat tidak masuk akal. Secara logika spasial, foto versi AI itu tiba-tiba memunculkan bangunan tambahan yang tidak ada di foto aslinya, lalu membubuhkan efek "kerusakan" palsu. Alat pendeteksi Google kembali mengonfirmasi bahwa foto tersebut direkayasa menggunakan AI milik Google sendiri.
Memang benar bahwa pada 1 Maret 2026, Al-Jazeera melaporkan dua rudal balistik menghantam Pangkalan Udara Al Udeid. Reuters dan The New York Times juga merilis foto satelit asli kerusakan di Pangkalan Bahrain.
Di era konflik modern, peluru mungkin menembus beton, tetapi gambar palsu buatan AI menembus langsung ke pikiran jutaan manusia.
Lalu, bagaimana cara membedakan video asli atau palsu? Memang tidak ada cara yang mudah. Ada banyak parameter yang bisa digunakan. Mulai mendeteksi secara manual, hingga menggunakan tools tertentu.
Tapi, yang termudah adalah tidak gampang percaya atau menyebarkan video dari media sosial. Melainkan video-video yang diunggah di situs berita seperti Sindonews yang sudah dicek kebenarannya.
(dan)
Lihat Juga :