Anak Hancur Mentalnya, Mark Zuckerberg Tetap Bantah Algoritma Instagram Bikin Kecanduan
Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:07 WIB
loading...
A
A
A
Sidang pertama di Los Angeles mengadili dugaan bahwa platform Meta secara sengaja merancang sistem yang membuat anak di bawah umur kecanduan dan menderita.
Sidang kedua di New Mexico menyoroti kegagalan Meta melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual di aplikasinya.
Tak heran jika pengumuman fitur baru ini disambut sinis oleh para aktivis. Josh Golin, Direktur Eksekutif organisasi nirlaba Fairplay, secara gamblang menyebut bahwa Instagram sengaja melakukan langkah ini murni karena mereka sedang diadili di dua negara bagian.
”Meta memindahkan beban tersebut kepada orang tua, alih-alih memperbaiki celah berbahaya dalam cara mereka merancang algoritma dan platformnya,” kritik Golin.
Bagaimana nasib anak-anak yang orang tuanya gagap teknologi atau terlalu sibuk untuk mendaftar fitur pengawasan? Menurut Golin, jika produk memang tidak aman digunakan oleh remaja tanpa campur tangan orang tua, maka produk tersebut tidak seharusnya dipasarkan kepada remaja sama sekali.
Sikap defensif Meta sangat terasa. CEO Meta, Mark Zuckerberg, secara terbuka membantah bahwa platformnya memicu kecanduan.
Saat dicecar oleh pengacara penggugat di Los Angeles, Zuckerberg bersikukuh pada pernyataan lamanya bahwa penelitian ilmiah yang ada saat ini belum terbukti secara mutlak bahwa media sosial menyebabkan kerusakan kesehatan mental.
Bantahan Zuckerberg seolah bertabrakan dengan kesaksian emosional di ruang sidang Los Angeles. Gadis muda berusia 20 tahun, yang disamarkan namanya sebagai Kaley G.M., menggugat Instagram dan YouTube (milik Google).
Sidang kedua di New Mexico menyoroti kegagalan Meta melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual di aplikasinya.
Tak heran jika pengumuman fitur baru ini disambut sinis oleh para aktivis. Josh Golin, Direktur Eksekutif organisasi nirlaba Fairplay, secara gamblang menyebut bahwa Instagram sengaja melakukan langkah ini murni karena mereka sedang diadili di dua negara bagian.
”Meta memindahkan beban tersebut kepada orang tua, alih-alih memperbaiki celah berbahaya dalam cara mereka merancang algoritma dan platformnya,” kritik Golin.
Bagaimana nasib anak-anak yang orang tuanya gagap teknologi atau terlalu sibuk untuk mendaftar fitur pengawasan? Menurut Golin, jika produk memang tidak aman digunakan oleh remaja tanpa campur tangan orang tua, maka produk tersebut tidak seharusnya dipasarkan kepada remaja sama sekali.
Sikap defensif Meta sangat terasa. CEO Meta, Mark Zuckerberg, secara terbuka membantah bahwa platformnya memicu kecanduan.
Saat dicecar oleh pengacara penggugat di Los Angeles, Zuckerberg bersikukuh pada pernyataan lamanya bahwa penelitian ilmiah yang ada saat ini belum terbukti secara mutlak bahwa media sosial menyebabkan kerusakan kesehatan mental.
Bantahan Zuckerberg seolah bertabrakan dengan kesaksian emosional di ruang sidang Los Angeles. Gadis muda berusia 20 tahun, yang disamarkan namanya sebagai Kaley G.M., menggugat Instagram dan YouTube (milik Google).
Lihat Juga :