Perang Fintech 2026 Makin Panas: DOKU dan 2C2P Buka Jalur Tol Pembayaran Lintas Negara
Kamis, 26 Februari 2026 - 22:16 WIB
loading...
Penyedia layanan pembayaran lokal DOKU resmi memperdalam kemitraan dengan raksasa finansial asal China, Ant International. Foto: DOKU
A
A
A
JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia kini memiliki "tiket emas" untuk berjualan hingga ke ujung dunia. Kemudahan tersebut dicetak melalui jabat tangan strategis antara perusahaan teknologi finansial (fintech) perintis asal Tanah Air, DOKU, dengan raksasa finansial global asal Tiongkok, Ant International.
Kemitraan ini sejatinya bukanlah cinta pada pandangan pertama. Keduanya telah merajut kerja sama sejak 2024. Saat itu, wujud nyatanya masih sederhana: integrasi dompet digital Alipay agar wisatawan asal China bisa jajan dan berbelanja di berbagai pedagang (merchant) Indonesia dengan mudah melalui gerbang pembayaran (payment gateway) milik DOKU.
Kini, melihat lanskap pasar digital 2026 yang bergerak sangat cepat, sekadar melayani turis asing tak lagi cukup. Tren ekosistem digital tahun ini menuntut otomatisasi, kelancaran transaksi lintas batas negara, dan kecerdasan buatan.
Oleh karena itu, DOKU dan Ant International memperdalam kolaborasi mereka. DOKU juga menggandeng 2C2P, perusahaan payment gateway regional terkemuka yang merupakan anak usaha dari Antom (unit layanan pembayaran di bawah Ant International).
Logika kerja sama ini sangat sederhana, layaknya jalan tol dua arah. Pada jalur pertama, merchant lokal Indonesia akan dibukakan akses menuju pasar internasional.
Mereka bisa memanfaatkan jaringan pemrosesan pembayaran global milik Antom. Artinya, jika ada pengrajin sepatu di Bandung yang ingin menjual produknya ke pembeli di luar negeri, sistem pembayaran Ant International siap menjembataninya.
Pada jalur sebaliknya, merchant internasional yang ingin berjualan di pasar Indonesia akan mendapat karpet merah.
Mereka diberi akses untuk menerima uang dari konsumen Indonesia melalui metode pembayaran lokal yang sudah sangat merakyat, mulai dari pindai kode QRIS, transfer virtual account, bayar tunai di kasir gerai ritel minimarket, hingga dompet digital. Transaksi pun menjadi jauh lebih mulus tanpa hambatan (seamless).
Pertama, mereka meluncurkan Solusi Multi-Currency atau transaksi lintas mata uang. Fitur ini memungkinkan konversi nilai tukar yang lebih canggih dan transparan, kewajiban mutlak untuk mendukung perdagangan ekspor-impor masa kini.
Kedua, kolaborasi ini merambah ke Manajemen Lending (pinjaman) dan Treasury (pengelolaan perbendaharaan/arus kas).
Kedua perusahaan tengah menjajaki penyediaan akses modal kerja bagi para pedagang. Ini menjadi krusial mengingat hambatan terbesar UMKM untuk naik kelas seringkali berakar pada sulitnya meminjam modal dari bank konvensional.
Ketiga, dan yang paling mencerminkan tren masa kini, adalah inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI). DOKU dan Ant International menghadirkan aplikasi GenAI Cockpit.
Secara sederhana, ini adalah asisten pintar berbasis AI generatif yang akan membantu para pedagang mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat dan mengelola operasional dengan lebih efisien, tanpa perlu mempekerjakan analis data mahal.
“Kemitraan ini jadi momentum penting bagi ekosistem fintech Indonesia. Nilai transaksi DOKU tumbuh 79 persen pada 2025 dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh keunggulan solusi pembayaran QR serta fokus kami dalam melayani merchant,” ujar CEO DOKU, Chris Yeo.
Ia menegaskan bahwa dengan menggabungkan platform global Ant International, lisensi penuh dari Bank Indonesia, dan keahlian lokal DOKU, pihaknya sedang membangun infrastruktur pembayaran untuk generasi ekonomi digital RI berikutnya.
Pandangan senada disampaikan Nabilah Alsagoff selaku Co-founder dan Chief Operating Officer DOKU.
Menurutnya, pemahaman mendalam DOKU terhadap pasar Indonesia diracik dengan teknologi global Ant International. “Kami percaya DOKU akan melangkah ke tahap pertumbuhan berikutnya dengan menghadirkan solusi pembayaran yang semakin komprehensif," tambahnya.
Dari kubu mitra, CEO Antom dan Senior Vice President Ant International, Gary Liu, meyakini bahwa penggabungan keahlian teknologi china dengan pemahaman lokal DOKU akan mendorong inklusi keuangan bisnis dari segala ukuran di kawasan ini.
Kemitraan ini sejatinya bukanlah cinta pada pandangan pertama. Keduanya telah merajut kerja sama sejak 2024. Saat itu, wujud nyatanya masih sederhana: integrasi dompet digital Alipay agar wisatawan asal China bisa jajan dan berbelanja di berbagai pedagang (merchant) Indonesia dengan mudah melalui gerbang pembayaran (payment gateway) milik DOKU.
Kini, melihat lanskap pasar digital 2026 yang bergerak sangat cepat, sekadar melayani turis asing tak lagi cukup. Tren ekosistem digital tahun ini menuntut otomatisasi, kelancaran transaksi lintas batas negara, dan kecerdasan buatan.
Oleh karena itu, DOKU dan Ant International memperdalam kolaborasi mereka. DOKU juga menggandeng 2C2P, perusahaan payment gateway regional terkemuka yang merupakan anak usaha dari Antom (unit layanan pembayaran di bawah Ant International).
Logika kerja sama ini sangat sederhana, layaknya jalan tol dua arah. Pada jalur pertama, merchant lokal Indonesia akan dibukakan akses menuju pasar internasional.
Mereka bisa memanfaatkan jaringan pemrosesan pembayaran global milik Antom. Artinya, jika ada pengrajin sepatu di Bandung yang ingin menjual produknya ke pembeli di luar negeri, sistem pembayaran Ant International siap menjembataninya.
Pada jalur sebaliknya, merchant internasional yang ingin berjualan di pasar Indonesia akan mendapat karpet merah.
Mereka diberi akses untuk menerima uang dari konsumen Indonesia melalui metode pembayaran lokal yang sudah sangat merakyat, mulai dari pindai kode QRIS, transfer virtual account, bayar tunai di kasir gerai ritel minimarket, hingga dompet digital. Transaksi pun menjadi jauh lebih mulus tanpa hambatan (seamless).
Lebih Sekadar Pembayaran: Tren AI dan Pinjaman Modal
Jika ditelisik lebih kritis, pertarungan fintech di 2026 sudah bukan lagi soal siapa yang bisa memproses pembayaran paling cepat. Pemain besar harus bisa mengurus keseluruhan siklus keuangan pedagang. Menyadari hal ini, DOKU dan Ant International membangun platform layanan keuangan yang lebih utuh.Pertama, mereka meluncurkan Solusi Multi-Currency atau transaksi lintas mata uang. Fitur ini memungkinkan konversi nilai tukar yang lebih canggih dan transparan, kewajiban mutlak untuk mendukung perdagangan ekspor-impor masa kini.
Kedua, kolaborasi ini merambah ke Manajemen Lending (pinjaman) dan Treasury (pengelolaan perbendaharaan/arus kas).
Kedua perusahaan tengah menjajaki penyediaan akses modal kerja bagi para pedagang. Ini menjadi krusial mengingat hambatan terbesar UMKM untuk naik kelas seringkali berakar pada sulitnya meminjam modal dari bank konvensional.
Ketiga, dan yang paling mencerminkan tren masa kini, adalah inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI). DOKU dan Ant International menghadirkan aplikasi GenAI Cockpit.
Secara sederhana, ini adalah asisten pintar berbasis AI generatif yang akan membantu para pedagang mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat dan mengelola operasional dengan lebih efisien, tanpa perlu mempekerjakan analis data mahal.
Momentum Lonjakan 79 Persen
Keberanian DOKU untuk bermain di liga global bersama Ant International tidak lepas dari performa impresif perusahaan belakangan ini.“Kemitraan ini jadi momentum penting bagi ekosistem fintech Indonesia. Nilai transaksi DOKU tumbuh 79 persen pada 2025 dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh keunggulan solusi pembayaran QR serta fokus kami dalam melayani merchant,” ujar CEO DOKU, Chris Yeo.
Ia menegaskan bahwa dengan menggabungkan platform global Ant International, lisensi penuh dari Bank Indonesia, dan keahlian lokal DOKU, pihaknya sedang membangun infrastruktur pembayaran untuk generasi ekonomi digital RI berikutnya.
Pandangan senada disampaikan Nabilah Alsagoff selaku Co-founder dan Chief Operating Officer DOKU.
Menurutnya, pemahaman mendalam DOKU terhadap pasar Indonesia diracik dengan teknologi global Ant International. “Kami percaya DOKU akan melangkah ke tahap pertumbuhan berikutnya dengan menghadirkan solusi pembayaran yang semakin komprehensif," tambahnya.
Dari kubu mitra, CEO Antom dan Senior Vice President Ant International, Gary Liu, meyakini bahwa penggabungan keahlian teknologi china dengan pemahaman lokal DOKU akan mendorong inklusi keuangan bisnis dari segala ukuran di kawasan ini.
(dan)
Lihat Juga :