Era Baru Jualan di WhatsApp: DOKU Rilis PayChat, Ubah Obrolan Jadi Mesin Uang
Senin, 04 Agustus 2025 - 20:52 WIB
loading...
Pelanggan kini bisa chat, pesan, dan bayar, semuanya dalam satu jendela percakapan WhatsApp lewat DOKU PayChat. Foto: DOKU
A
A
A
JAKARTA - Era "chat dulu, transfer nanti" yang seringkali berujung pada pesanan batal atau pusingnya rekap manual, mungkin akan segera menjadi cerita masa lalu. Raksasa fintech pembayaran Indonesia, DOKU, pada Senin (4/8) meluncurkan 'senjata' baru yang siap mengubah total cara pebisnis berjualan online: DOKU PayChat.
Ini bukan sekadar chatbot biasa. Tapi, solusi revolusioner yang menyulap aplikasi chat favorit sejuta umat, WhatsApp, menjadi kanal transaksi dari hulu ke hilir. Pelanggan kini bisa chat, pesan, dan bayar, semuanya dalam satu jendela percakapan yang sama, tanpa perlu lagi drama pindah aplikasi.
"DOKU PayChat mencerminkan cara bisnis dan konsumen Indonesia berinteraksi saat ini, yaitu melalui chat," ujar Co-Founder dan Chief of Marketing Officer DOKU, Himelda Renuat, dalam sesi media di Jakarta, Senin (4/8).
"Dengan menghilangkan kebutuhan untuk berpindah aplikasi, layanan ini memberikan pengalaman transaksi yang lebih mulus. Kemudahan ini membantu meningkatkan konversi dan mengurangi risiko pembatalan transaksi,” tambahnya.
Ini bukan sekadar chatbot biasa. Tapi, solusi revolusioner yang menyulap aplikasi chat favorit sejuta umat, WhatsApp, menjadi kanal transaksi dari hulu ke hilir. Pelanggan kini bisa chat, pesan, dan bayar, semuanya dalam satu jendela percakapan yang sama, tanpa perlu lagi drama pindah aplikasi.
Menjawab "Keribetan" yang Dihadapi Pebisnis
Peluncuran ini didasari oleh sebuah pemahaman mendalam tentang perilaku pasar Indonesia. Jutaan transaksi setiap hari dimulai dari obrolan di WhatsApp, namun proses pembayarannya seringkali menjadi titik paling rawan."DOKU PayChat mencerminkan cara bisnis dan konsumen Indonesia berinteraksi saat ini, yaitu melalui chat," ujar Co-Founder dan Chief of Marketing Officer DOKU, Himelda Renuat, dalam sesi media di Jakarta, Senin (4/8).
"Dengan menghilangkan kebutuhan untuk berpindah aplikasi, layanan ini memberikan pengalaman transaksi yang lebih mulus. Kemudahan ini membantu meningkatkan konversi dan mengurangi risiko pembatalan transaksi,” tambahnya.
Lihat Juga :