Google dan Samsung Permalukan Apple: Fitur AI Gemini S26 Sukses Bikin Siri Sirik!

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:38 WIB
loading...
Google dan Samsung Permalukan...
Kecerdasan buatan Google Gemini yang tertanam pada Samsung Galaxy S26 dan lini Pixel 10 kini mampu mengambil alih tugas repetitif secara mandiri. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Raksasa teknologi Google dan Samsung akhirnya resmi meluncurkan fitur kecerdasan buatan (AI) terintegrasi pada perangkat Galaxy S26 Series, manuver yang sukses mendahului janji eksekusi Apple terkait pembaruan Siri.

Dalam ajang peluncuran Samsung Unpacked yang digelar dini hari tadi, peta persaingan teknologi seluler kembali bergeser tajam.
Fokus inovasi tak lagi sekadar berkutat pada besaran megapiksel kamera atau kapasitas baterai, melainkan pada kematangan otomatisasi perangkat lunak.

Asisten AI Google Gemini kini mampu mengambil alih dan menyelesaikan tugas multitahap ß(multistep tasks) langsung dari ponsel pengguna, mulai dari memesan makanan hingga memanggil layanan taksi daring seperti Uber. Kehadiran fitur Gemini baru ini di Galaxy S26 Series, membuatnya sama eksklusifnya dengan HP bikinan Google sendiri seperti Pixel 10 hingga Pixel 10 Pro.

Langkah ini seolah menampar Apple secara terbuka. Kenapa? Karena, fitur-fitur proaktif dan mandiri semacam ini pernah digembar-gemborkan oleh Apple untuk Siri pada ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) tahun 2024.

Namun, alih-alih terealisasi, Apple justru menunda peluncuran fitur tersebut pada Maret 2025, dan hingga detik ini, janji manis itu tak kunjung mendarat di tangan konsumen.

Sameer Samat, Presiden Android Google, memamerkan demonstrasi secara visual cara kerja fitur agentic Gemini. Ia mensimulasikan bagaimana Gemini dapat membantu mengurai kerumitan memesan makan malam berbekal obrolan dari grup chat keluarganya yang sibuk.

Google dan Samsung Permalukan Apple: Fitur AI Gemini S26 Sukses Bikin Siri Sirik!

Samat meminta Gemini membaca alur percakapan di grup, menyimpulkan menu apa yang disepakati, lalu melakukan pemesanan melalui aplikasi layanan antar makanan. Dalam video demonstrasi yang diputar—patut dicatat, ini adalah video prarekaman dan bukan demonstrasi siaran langsung (live)—layar menunjukkan Gemini tengah menganalisis pesanan dari grup chat dan merangkumnya di sebuah jendela pop-up.

Melalui perintah suara, Samat kemudian menginstruksikan Gemini untuk menyelesaikan pesanan tersebut di restoran piza spesifik.
AI itu pun terlihat menavigasi aplikasi Grubhub secara otomatis untuk menyiapkan pesanan. Setelah pesanan siap, Gemini mengirimkan notifikasi agar pengguna dapat meninjau ulang dan menekan tombol konfirmasi akhir.

Namun, tahun 2026 jadi kesempatan sekaligus tantangan bagi AI. Sebab, banyak konsumen sejatinya mulai dilanda "kelelahan AI" (AI fatigue).

Situasi memesan piza yang didemonstrasikan Samat sebenarnya tidaklah terlalu rumit jika dilakukan sendiri secara manual melalui aplikasi Grubhub, atau bahkan sekadar menelepon restoran tersebut. Otomatisasi ini terkesan seperti solusi megah yang sedang mati-matian mencari masalah untuk dipecahkan.

Lebih jauh lagi, menyerahkan akses kepada AI untuk memindai obrolan grup keluarga yang bersifat privat, lalu memberikannya lampu hijau untuk berinteraksi dengan aplikasi pembayaran, memunculkan lubang kekhawatiran privasi.

Apalagi, di lanskap teknologi awal 2026 ini, isu keamanan siber sedang berada di titik nadir. Publik baru saja dikejutkan oleh lemahnya sistem keamanan perangkat rumah pintar, seperti kasus peretasan massal jarak jauh pada ribuan robot penyedot debu DJI Romo.

Kendati demikian, dari sisi kacamata industri, ini adalah momen bersejarah bagi agentic AI. Google sebelumnya telah menyuntikkan kemampuan Gemini untuk meramban secara otomatis bagi pengguna Chrome.

Membawa kemampuan serupa langsung ke jantung sistem operasi Android adalah sebuah transisi luar biasa. Google secara terang-terangan ingin Gemini diakui sebagai rekan produktivitas atau agen yang esensial, bukan lagi sekadar bot obrolan perangkai kata bersistem model AI standar.

Jika fitur agentic Gemini ini benar-benar diluncurkan secara luas dalam waktu "segera" sesuai janji Google, peta interaksi manusia dan mesin akan berubah.

Pertanyaannya tetap satu: apakah konsumen pada 2026 benar-benar membutuhkan AI untuk memesan makanan, atau ini hanyalah unjuk gigi teknologi demi memenangkan perang gengsi AI?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Inilah Keunggulan Fitur...
Inilah Keunggulan Fitur Anti-Mengintip Samsung di Tempat Umum
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
Samsung Galaxy S26 Ultra:...
Samsung Galaxy S26 Ultra: Harga Resmi dan Fakta yang Wajib Diketahui Sebelum Beli
Perbandingan Kamera...
Perbandingan Kamera Malam Samsung S26 Ultra vs S25 Ultra: Bedanya Jauh Banget?
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Dorong Literasi AI,...
Dorong Literasi AI, Google Indonesia Lantik 2.000 Student Ambassadors
Menkomdigi: Meta Patuh...
Menkomdigi: Meta Patuh terhadap PP Tunas, Google Dapat Surat Teguran
Rekomendasi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Infografis
Kehebatan AI DeepSeek...
Kehebatan AI DeepSeek Diakui oleh Tim Cook dan Mark Zuckerberg
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved