Anthropic Ditekan Pentagon untuk Cabut Pembatasan Penggunaan AI dalam Operasi Militer

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:06 WIB
loading...
Anthropic Ditekan Pentagon...
Anthropic Ditekan Pentagon. ABC news
A A A
NEWS YORK - Pentagon dilaporkan telah memperingatkan perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic untuk melonggarkan pembatasan penggunaan model Claude dalam operasi militer AS.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth selama pertemuan dengan CEO Anthropic Dario Amodei pada hari Selasa.

Menurut sumber, Amodei diberi waktu hingga Jumat untuk mengizinkan penggunaan AI Anthropic untuk semua tujuan militer yang sah, termasuk operasi medan perang, pengembangan senjata, dan pengumpulan intelijen.

Jika perusahaan terus mempertahankan pembatasan tersebut, Pentagon dapat mengakhiri kontrak senilai hingga US$200 juta, memberi label Anthropic sebagai risiko rantai pasokan, atau menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan untuk memaksa kepatuhan.

Anthropic sebelumnya telah menekankan 'garis merahnya', yaitu tidak mengizinkan teknologi Claude digunakan untuk penargetan senjata otonom dan pengawasan domestik terhadap warga Amerika.

Pendekatan tersebut tetap dipertahankan meskipun beberapa perusahaan lain, termasuk Google dan xAI, mengizinkan model AI mereka digunakan dalam konteks militer melalui platform GenAI.mil.

Pentagon berpendapat bahwa operasi militer membutuhkan teknologi yang dapat digunakan tanpa batasan perusahaan, selama teknologi tersebut mematuhi hukum AS.

Pentagon juga menekankan bahwa militer tidak dapat bergantung pada pemasok yang memberlakukan pembatasan penggunaan dalam situasi yang melibatkan keamanan nasional.

Dengan semakin meluasnya penggunaan AI di sektor pertahanan, keputusan Anthropic dipandang sebagai ujian besar bagi hubungan antara perusahaan teknologi dan lembaga keamanan nasional, khususnya seputar aplikasi AI yang etis, regulasi, dan berisiko tinggi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Rekomendasi
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Kekayaan Laut Indonesia...
Kekayaan Laut Indonesia Diminta Dikelola dengan Inovasi Sains
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved