iPhone & Google Pixel Bebas Melenggang Tanpa TKDN, Pabrikan HP Korea dan China Siap-Siap Turun Kasta

Senin, 23 Februari 2026 - 09:56 WIB
loading...
iPhone & Google Pixel...
Pelonggaran aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi produk teknologi asal Amerika Serikat menuai polemik, memicu kekhawatiran akan terjadinya deindustrialisasi. Foto: Reuters
A A A
JAKARTA - Penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington DC pada 19 Februari 2026 resmi membentangkan karpet merah bagi raksasa teknologi Amerika Serikat.

Dampaknya masif: bisa membebaskan produk seperti Apple iPhone dan Google Pixel dari jerat aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30 hingga 40 persen.

Jika ini terjadi, maka akan mengubah konstelasi pasar ponsel pintar Tanah Air sekaligus mengancam laju industrialisasi domestik.
Perjanjian dagang ini membawa dampak struktural yang panjang dan kompleks.

Di satu sisi, regulasi ini mengikat tangan pemerintah Indonesia sehingga tidak dapat lagi menarik pajak layanan digital dari perusahaan seperti Google hingga Netflix.

Di sektor perangkat keras, absennya kewajiban TKDN memungkinkan lini produk Google Pixel yang selama ini terblokir masuk secara resmi.

Begitu pula dengan Apple; perusahaan asal Cupertino ini tidak lagi harus bergantung pada skema investasi pendidikan untuk memasarkan produknya, membuka peluang rilisnya lini iPhone terbaru di Indonesia dengan jeda waktu jauh lebih singkat dari peluncuran global.

Kendati menggiurkan bagi sebagian konsumen, kebijakan ini memantik alarm bahaya bagi ekosistem industri manufaktur lokal.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, melontarkan kritik tajam.

Ia menilai implementasi ART berpotensi mematikan industrialisasi dalam negeri.

Tanpa adanya kewajiban transfer teknologi dan dengan dihapusnya TKDN, Bhima menegaskan bahwa deindustrialisasi adalah konsekuensi logis dan fatal jika ART sampai diratifikasi sepenuhnya.

Ketidakadilan itu akan ditelan oleh vendor ponsel asal Korea Selatan dan China, seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, hingga vivo.
Ketika TKDN dihapus untuk produk AS, perusahaan-perusahaan tersebut yang sudah berinvestasi sangat besar di Indonesia untuk memenuhi persyaratan TKDN akan sangat dirugikan.

Dampak lainnya, tentu saja pergeseran paradigma investasi. Produsen yang telah menggelontorkan dana untuk membangun pabrik perakitan di Indonesia akan mengevaluasi ulang operasional mereka dan memilih turun kasta menjadi sekadar "pedagang" atau importir murni.

Faktanya, sebelum ART ditandatangani, relasi antara pemerintah Indonesia dan raksasa teknologi AS kerap diwarnai tarik-ulur regulasi yang merujuk pada Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 29 Tahun 2017.

Syarat pemenuhan TKDN 40 persen sempat memukul keras operasional Apple Inc. dan Alphabet (induk Google).

Pada akhir 2024, Kementerian Perindustrian di bawah komando Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita dengan tegas memblokir penjualan iPhone 16.

Langkah ini diambil lantaran Apple baru merealisasikan investasi sebesar Rp1,5 triliun melalui pembangunan Developer Academy, masih menyisakan celah kekurangan atau gap sebesar Rp240 miliar dari total komitmen awal sebesar Rp 1,7 triliun.

Untuk meredam sanksi tersebut dan demi mendapatkan akses ke 278 juta konsumen Indonesia—di mana lebih dari setengahnya berusia di bawah 44 tahun—Apple awalnya menyodorkan tambahan investasi sebesar USD10 juta untuk fasilitas pabrik aksesori di Bandung.
Saat proposal tersebut digantung, Apple menaikkan posisi tawarnya secara drastis menjadi hampir USD 100 juta.

Nasib serupa dialami Google Pixel 9. Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, sempat menyatakan bahwa Alphabet gagal memenuhi persyaratan kandungan dalam negeri karena investasi yang minim. Ironisnya, meski statusnya ilegal untuk diperjualbelikan, data pemerintah mencatat ada sekitar 22.000 unit Google Pixel yang sukses merembes ke pasar domestik melalui jalur pengiriman pribadi atau barang bawaan penumpang luar negeri.

Pada akhirnya, kebijakan pro-AS di 2026 ini menghadirkan persimpangan jalan bagi Indonesia. Apakah kemudahan akses terhadap teknologi mutakhir sepadan dengan risiko tergerusnya kedaulatan industri manufaktur yang telah dibangun dengan susah payah oleh para kompetitor dari Asia?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teknologi Baru yang...
Teknologi Baru yang Akan Ada di iPhone 18 Pro Bocor
Apple Ancam Siap Hapus...
Apple Ancam Siap Hapus Grok Milik Elon Musk dari App Store
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Ternyata Bawa iPhone 17 Pro Max ke Bulan
Cara Deteksi Modus Penipuan...
Cara Deteksi Modus Penipuan Pakai HP Samsung dan iPhone
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan MacBook Pro dengan Layar Sentuh Akhir Tahun
Tidak Ada iPhone 18...
Tidak Ada iPhone 18 Tahun Ini, Apple Fokus ke Model Pro dan Lipat
Tersangka Kasus Bea...
Tersangka Kasus Bea Cukai Gunakan 'Dana Operasional' untuk Beli iPhone Istri
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Apple Terjun di Formula...
Apple Terjun di Formula 1, Begini Ekosistem Teknologinya
Rekomendasi
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Berita Terkini
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Infografis
Amerika Serikat Umumkan...
Amerika Serikat Umumkan Siap Perang dengan China!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved