CEO Microsoft Prediksi Pekerjaan Ini Bakal Jadi Tumbal Pertama AI
Selasa, 17 Februari 2026 - 22:05 WIB
loading...
Kecerdasan Buatan. FOTO/ THE VERGE
A
A
A
LONDON - CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, memperingatkan bahwa sebagian besar pekerjaan kerah putih berisiko tinggi digantikan oleh kecerdasan buatan (AI) dalam 12 hingga 18 bulan, menyusul perkembangan pesat teknologi pemodelan big data dan apa yang disebutnya sebagai era "Kecerdasan Buatan yang Mampu".
Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan Financial Times, yang kemudian dikutip secara luas oleh media internasional.
Mustafa mengatakan AI kini hampir mencapai kinerja setara manusia dalam sebagian besar tugas profesional.
Ia menyebutkan pekerjaan yang intensif komputer seperti pengacara, akuntan, manajer proyek, dan petugas pemasaran sebagai beberapa pekerjaan yang paling cepat akan sepenuhnya diotomatisasi dalam waktu dekat.
Menurutnya, perubahan signifikan sudah dapat dilihat di industri rekayasa perangkat lunak, dengan sebagian besar kode sekarang dihasilkan menggunakan alat AI, sementara para insinyur beralih ke strategi, peninjauan, dan memastikan bahwa sistem AI dapat diterapkan di lingkungan nyata.
Pergeseran ini telah terjadi selama enam bulan terakhir.
Ia juga memperkirakan bahwa pembuatan model AI baru akan semudah membuat blog atau podcast, dengan setiap organisasi memiliki kemampuan untuk mengembangkan model yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, ia memperkirakan agen AI akan mampu mengelola alur kerja organisasi besar secara lebih efektif daripada manusia.
Pandangan Mustafa muncul ketika perusahaan teknologi di seluruh dunia mempercepat adopsi AI sebagai langkah penghematan biaya, menyusul laporan tentang PHK massal di industri teknologi.
Namun, banyak pengamat industri memperingatkan bahwa prediksi ini mungkin berlebihan, karena beberapa studi menunjukkan bahwa dampak produktivitas AI tidak setinggi yang diharapkan.
Meskipun demikian, pernyataan dari kepala AI Microsoft ini tetap menambah tekanan pada debat global tentang masa depan pekerjaan dan ekonomi digital.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan Financial Times, yang kemudian dikutip secara luas oleh media internasional.
Mustafa mengatakan AI kini hampir mencapai kinerja setara manusia dalam sebagian besar tugas profesional.
Ia menyebutkan pekerjaan yang intensif komputer seperti pengacara, akuntan, manajer proyek, dan petugas pemasaran sebagai beberapa pekerjaan yang paling cepat akan sepenuhnya diotomatisasi dalam waktu dekat.
Menurutnya, perubahan signifikan sudah dapat dilihat di industri rekayasa perangkat lunak, dengan sebagian besar kode sekarang dihasilkan menggunakan alat AI, sementara para insinyur beralih ke strategi, peninjauan, dan memastikan bahwa sistem AI dapat diterapkan di lingkungan nyata.
Pergeseran ini telah terjadi selama enam bulan terakhir.
Ia juga memperkirakan bahwa pembuatan model AI baru akan semudah membuat blog atau podcast, dengan setiap organisasi memiliki kemampuan untuk mengembangkan model yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, ia memperkirakan agen AI akan mampu mengelola alur kerja organisasi besar secara lebih efektif daripada manusia.
Pandangan Mustafa muncul ketika perusahaan teknologi di seluruh dunia mempercepat adopsi AI sebagai langkah penghematan biaya, menyusul laporan tentang PHK massal di industri teknologi.
Namun, banyak pengamat industri memperingatkan bahwa prediksi ini mungkin berlebihan, karena beberapa studi menunjukkan bahwa dampak produktivitas AI tidak setinggi yang diharapkan.
Meskipun demikian, pernyataan dari kepala AI Microsoft ini tetap menambah tekanan pada debat global tentang masa depan pekerjaan dan ekonomi digital.
(wbs)
Lihat Juga :