Mampu Deteksi SpO2, Bisakah Smartwatch Kenali Awal Gejala Covid-19?
Kamis, 17 September 2020 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
Yang perlu dicatat, kadar normal SpO2 adalah 85%-100%. Sebaliknya, apabila Pulse Oximeter menunjukkan SPO2 dibawah 85%, maka terjadi tingkat kejenuhan oksigen darah yang berkurang. Maka, harus diberikan terapi oksigen.
BACA JUGA :Segudang Cara Seru Bermain dengan Galaxy Note20 Ultra
Tanpa Pulse Oxymeter, pasien tidak akan bisa mengetahui bahwa oksigen dalam tubuhnya sangat rendah. Karenanya, dokter Richard Levitan dari Rumah Sakit Bellevue di New York merekomendasikan agar masyarakat memiliki alat tersebut. Terutama untuk mereka yang positif setelah melakukan tes PCR atau Swab.
Fungsinya adalah mendeteksi secara dini jika terjadi penurunan saturasi oksigen dalam tubuh dan cepat melakukan langkah pencegahan.
Fitur Kesehatan di Smartwatch
![Mampu Deteksi SpO2, Bisakah Smartwatch Kenali Awal Gejala Covid-19?]()
Jika mendapati kadarSpO2 di dalam tubuh dibawah normal, konsumen bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi ke dokter.
Mulanya, fungsi smartwatch memang lebih condong ke fashion atau gaya. Tapi, belakangan konsumen meminang jam tangan pintar justru karena pertimbangan kesehatan. Apalagi, masih banyak pekerja yang melakukan Work From Home (WFH) seiring PSBB mulai belaku lagi di Jakarta.
BACA JUGA :Segudang Cara Seru Bermain dengan Galaxy Note20 Ultra
Tanpa Pulse Oxymeter, pasien tidak akan bisa mengetahui bahwa oksigen dalam tubuhnya sangat rendah. Karenanya, dokter Richard Levitan dari Rumah Sakit Bellevue di New York merekomendasikan agar masyarakat memiliki alat tersebut. Terutama untuk mereka yang positif setelah melakukan tes PCR atau Swab.
Fungsinya adalah mendeteksi secara dini jika terjadi penurunan saturasi oksigen dalam tubuh dan cepat melakukan langkah pencegahan.
Fitur Kesehatan di Smartwatch

Jika mendapati kadarSpO2 di dalam tubuh dibawah normal, konsumen bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi ke dokter.
Mulanya, fungsi smartwatch memang lebih condong ke fashion atau gaya. Tapi, belakangan konsumen meminang jam tangan pintar justru karena pertimbangan kesehatan. Apalagi, masih banyak pekerja yang melakukan Work From Home (WFH) seiring PSBB mulai belaku lagi di Jakarta.
Lihat Juga :