Pendapatan Apple Tembus Rp 2.300 Triliun! iPhone 17 Laris Manis, China dan India Jadi Penyelamat
Jum'at, 30 Januari 2026 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, Apple juga mengakuisisi Q.ai, startup AI yang berfokus pada deteksi suara dan suasana hati, dengan nilai fantastis USD1,6 miliar (Rp 25,6 triliun).
Laba per saham (Earnings per Share/EPS) Apple tercatat sebesar USD2,84 (Rp45.440), jauh di atas konsensus pasar sebesar USD2,67 (Rp 42.720). Basis instalasi perangkat aktif Apple kini telah mencapai rekor baru sebanyak 2,5 miliar perangkat di seluruh dunia.
Satu-satunya catatan merah dalam laporan gemilang ini datang dari segmen wearables (perangkat sandang). Penjualan segmen ini tercatat sebesar USD11,49 miliar (Rp183,8 triliun), meleset dari ekspektasi USD12,04 miliar (Rp 192,6 triliun).
Cook mengakui bahwa permintaan untuk produk baru AirPods Pro 3—yang memiliki fitur penerjemah bahasa—begitu tinggi hingga membuat Apple kewalahan dalam menyuplai barang, menyebabkan kelangkaan stok.
Ke depan, Apple memperkirakan beban operasional akan berada di kisaran USD18,4 miliar hingga USD18,7 miliar (Rp 294,4 triliun - Rp 299,2 triliun). Pasar merespons positif laporan ini, dengan saham Apple sempat naik 3,5 persen dalam perdagangan perpanjangan sebelum stabil dengan kenaikan 0,8 persen.
Laba per saham (Earnings per Share/EPS) Apple tercatat sebesar USD2,84 (Rp45.440), jauh di atas konsensus pasar sebesar USD2,67 (Rp 42.720). Basis instalasi perangkat aktif Apple kini telah mencapai rekor baru sebanyak 2,5 miliar perangkat di seluruh dunia.
Satu-satunya catatan merah dalam laporan gemilang ini datang dari segmen wearables (perangkat sandang). Penjualan segmen ini tercatat sebesar USD11,49 miliar (Rp183,8 triliun), meleset dari ekspektasi USD12,04 miliar (Rp 192,6 triliun).
Cook mengakui bahwa permintaan untuk produk baru AirPods Pro 3—yang memiliki fitur penerjemah bahasa—begitu tinggi hingga membuat Apple kewalahan dalam menyuplai barang, menyebabkan kelangkaan stok.
Ke depan, Apple memperkirakan beban operasional akan berada di kisaran USD18,4 miliar hingga USD18,7 miliar (Rp 294,4 triliun - Rp 299,2 triliun). Pasar merespons positif laporan ini, dengan saham Apple sempat naik 3,5 persen dalam perdagangan perpanjangan sebelum stabil dengan kenaikan 0,8 persen.
(dan)
Lihat Juga :