Indonesia Tetap Membatasi Akses AI Buatan Elon Musk

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:07 WIB
loading...
Indonesia Tetap Membatasi...
Grok. FOTO/ DAILY
A A A
JAKARTA - Akses ke chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok tetap diblokir di Indonesia sementara pihak berwenang menunggu konfirmasi dari pemiliknya, platform media sosial X, bahwa aplikasi tersebut telah memenuhi persyaratan pemerintah.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan aplikasi berbasis AI tersebut masih dikenai pembatasan administratif dan sedang dalam penilaian kementerian.

"Statusnya tetap diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital sambil menunggu konfirmasi kepatuhan dari Grok yang akan disampaikan kepada pemerintah," katanya.

Ia mengatakan hal ini saat bertemu dengan Komisi I DPRD yang mengawasi komunikasi dan informatika, pertahanan, luar negeri, dan intelijen.

Indonesia memutuskan untuk sementara memblokir akses ke Grok sejak 10 Januari menyusul kekhawatiran bahwa konten pornografi dan deepfake yang dihasilkan oleh AI dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan publik.

Grok, sebuah sistem AI generatif yang terintegrasi dengan platform media sosial X, dimiliki dan dikembangkan oleh xAI, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk pada tahun 2023.

Pada pertemuan tersebut, Meutya mengatakan bahwa salah satu isu yang dibahas adalah pendaftaran Operator Sistem Elektronik (PLT) sektor swasta, yang hingga Desember 2025, total 3.805 PLT telah terdaftar.

Ia mengatakan kementerian juga telah mengeluarkan 61 surat peringatan kepada PLT untuk mendaftar sebagai bagian dari upaya penegakan kepatuhan, dengan sebagian besar telah mendaftar, termasuk OpenAI.

Mengenai penanganan konten negatif, Meutya mengatakan kementerian telah memblokir 2.737.962 konten negatif sepanjang tahun 2025, termasuk 2.087.109 yang terkait dengan perjudian online.

Dalam perkembangan lain, Meutya mengatakan Pusat Data Nasional 1 (PDN 1) Indonesia kini beroperasi secara terbatas setelah menyelesaikan persiapan dan lulus uji kualifikasi dan keamanan tahun lalu.

“Persiapan untuk pengoperasian PDN untuk tahun 2026 sekarang dapat dimulai karena kami telah menerima surat tertanggal 14 Januari 2026 yang menyatakan bahwa PDN dapat dioperasikan secara terbatas,” katanya.

Sementara itu, Meutya mengatakan kementerian bertujuan untuk memperluas akses ke layanan internet cepat dan terjangkau hingga 1,99 juta rumah tangga tahun ini dan 10,8 juta rumah tangga pada tahun 2030.
Ia mengatakan layanan internet berbiaya rendah menggunakan teknologi Broadband Wireless Access pada pita frekuensi radio 1,4 Ghz sedang dipersiapkan dan siap untuk diimplementasikan secara bertahap.
Ia mengatakan saat ini cakupan jaringan 4G telah mencapai 98,95 persen dari populasi Indonesia sementara cakupan 5G sejauh ini telah mencapai 6,33 persen dari wilayah pemukiman di seluruh negeri.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved