Fenomena Alam Ini yang Bikin Tanah Bergerak dan Lubang Raksasa Bermuncuan
Kamis, 22 Januari 2026 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Organisme planktonik penghasil kalsium karbonat baru berevolusi sekitar 200 juta tahun yang lalu, dan menyebar ke seluruh samudra di dunia sekitar 150 juta tahun yang lalu. Jadi, proporsi karbon yang tinggi yang dimuntahkan ke atmosfer di sepanjang busur vulkanik dalam 120 juta tahun terakhir sebagian besar disebabkan oleh sedimen kaya karbon yang dihasilkan oleh makhluk-makhluk ini.
Sebelumnya, kami menemukan bahwa emisi karbon daripunggung tengah samudradan retakan benua – wilayah tempat lempeng tektonik saling menjauh – sebenarnya memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap karbon dioksida di atmosfer.
Perspektif baru untuk masa depan
Temuan kami menawarkan perspektif baru tentang bagaimana proses tektonik Bumi telah membentuk, dan akan terus membentuk, iklim kita.
Hasil ini menunjukkan bahwa iklim Bumi tidak hanya didorong oleh karbon atmosfer. Sebaliknya, iklim dipengaruhi oleh keseimbangan rumit antara emisi karbon dari permukaan Bumi dan bagaimana karbon tersebut terperangkap dalam sedimen di dasar laut.
Studi ini juga memberikan wawasan penting untuk model iklim di masa depan, terutama dalam konteks kekhawatiran saat ini tentangmeningkatnya kadar karbon dioksida.
Kini kita tahu bahwa siklus karbon alami Bumi, yang dipengaruhi oleh pergeseran lempeng tektonik di bawah kaki kita, memainkan peran penting dalam mengatur iklim planet ini.
Memahami perspektif jangka waktu yang panjang ini dapat membantu kita memprediksiskenario iklimmasa depan dengan lebih baik dandampak berkelanjutan dari aktivitas manusia.
Sebelumnya, kami menemukan bahwa emisi karbon daripunggung tengah samudradan retakan benua – wilayah tempat lempeng tektonik saling menjauh – sebenarnya memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap karbon dioksida di atmosfer.
Perspektif baru untuk masa depan
Temuan kami menawarkan perspektif baru tentang bagaimana proses tektonik Bumi telah membentuk, dan akan terus membentuk, iklim kita.
Hasil ini menunjukkan bahwa iklim Bumi tidak hanya didorong oleh karbon atmosfer. Sebaliknya, iklim dipengaruhi oleh keseimbangan rumit antara emisi karbon dari permukaan Bumi dan bagaimana karbon tersebut terperangkap dalam sedimen di dasar laut.
Studi ini juga memberikan wawasan penting untuk model iklim di masa depan, terutama dalam konteks kekhawatiran saat ini tentangmeningkatnya kadar karbon dioksida.
Kini kita tahu bahwa siklus karbon alami Bumi, yang dipengaruhi oleh pergeseran lempeng tektonik di bawah kaki kita, memainkan peran penting dalam mengatur iklim planet ini.
Memahami perspektif jangka waktu yang panjang ini dapat membantu kita memprediksiskenario iklimmasa depan dengan lebih baik dandampak berkelanjutan dari aktivitas manusia.
(wbs)
Lihat Juga :