Dipercaya Bekas Besi Pengikatnya, Benarkah Buraq seperti Kuda Putih Bersayap?
Jum'at, 16 Januari 2026 - 13:28 WIB
loading...
Tempat yang dipercaya sebagai lokasi Buraq diikat. FOTO/ X
A
A
A
RIYADH - Isra Miraj sebagai peristiwa luar biasa yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW salah satu peristiwa yang wajib dipercaya Umat Islam.
Rasulullah diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk naik ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha.
Sebelum itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lebih dulu melakukan perjalanan dari Kakbah di Masjidil Haram, Kota Makkah, ke Majid Al Aqsa di Palestina dengan menaiki buraq. Rasulullah dipercaya sempat mengingat buraqnya terlebih dahulu di kawasan sekitar.
Pilar di Masjidil Haram tempat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengikat buraq hingga kini masih diabadikan. Bisa disaksikan jamaah haji maupun umrah.
"Untuk para jamaah haji dan umrah yang mau melihat secara langsung pilar yang mana dulu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengikat buraq, itu ada di pinggir pintu umrah, umrah gate ya," ujar YouTuber Alman Mulyana, dikutip dari channel-nya.
Alman kemudian memperlihatkan pilar yang dimaksud. Bukan hanya satu, ternyata ada dua pilar yang dipercaya pernah dijadikan tempat mengingat buraq Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam saat itu.
Sepintas dua pilar itu terlihat seperti tiang bangunan pada umumnya. Namun pihak pengelola tampaknya memberikan sesuatu sebagai pembeda.
Di salah satu pilar berwarna coklat kemerahan terlihat ada sebuah cincin perak besar melingkari tubuh pilar itu.
Tidak jauh dari sana ada sebuah pilar lagi berwarna coklat keabuan. Sama seperti yang pertama, pilar satu ini juga dilingkari cincin besar berwarna perak.
Sayang, tidak diperkenankan mendekat ke area pilar. Pasalnya, kawasan sekitar dua pilar tempat mengikat buraq itu sedang tahap renovasi.
Adapun buraq sendiri digambarkan sebagai hewan tunggangan berwarna putih, panjang, dan lebih besar daripada keledai. Bukan hewan biasa, buraq memiliki kecepatan tinggi layaknya kilat dalam sekali melangkah
Buraq atau buroq yang merupakan hewan gaib dan tidak akan dijumpai di alam ini.
Buraq bagian dari keistimewaan dan mukjizat Nabi dari Allah Subhanahu wa ta'ala yang tentu saja tidak mungkin bisa ditiru orang lain.
Dikutip dari Konsultasisyariah, Ustadz Ammi Nur Baits ST BA menjelaskan bentuk buraq yakni seperti hewan tunggangan dan ukurannya lebih tinggi dari keledai serta lebih pendek dari bighal. Bighal adalah peranakan hasil perkawinan antara kuda dengan keledai.
Selain itu, berwarna putih dan langkah kakinya sejauh ujung pandangannya. Begitu juga bisa diikat sebagaimana layaknya hewan tunggan
"Dibawakan kepadaku hewan tunggangan berwarna putih, lebih pendek dari bighal dan lebih tinggi dari pada keledai, yaitu buraq." (HR Bukhari Nomor 3207)
.
Rasulullah diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk naik ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha.
Sebelum itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lebih dulu melakukan perjalanan dari Kakbah di Masjidil Haram, Kota Makkah, ke Majid Al Aqsa di Palestina dengan menaiki buraq. Rasulullah dipercaya sempat mengingat buraqnya terlebih dahulu di kawasan sekitar.
Pilar di Masjidil Haram tempat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengikat buraq hingga kini masih diabadikan. Bisa disaksikan jamaah haji maupun umrah.
"Untuk para jamaah haji dan umrah yang mau melihat secara langsung pilar yang mana dulu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengikat buraq, itu ada di pinggir pintu umrah, umrah gate ya," ujar YouTuber Alman Mulyana, dikutip dari channel-nya.
Alman kemudian memperlihatkan pilar yang dimaksud. Bukan hanya satu, ternyata ada dua pilar yang dipercaya pernah dijadikan tempat mengingat buraq Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam saat itu.
Sepintas dua pilar itu terlihat seperti tiang bangunan pada umumnya. Namun pihak pengelola tampaknya memberikan sesuatu sebagai pembeda.
Di salah satu pilar berwarna coklat kemerahan terlihat ada sebuah cincin perak besar melingkari tubuh pilar itu.
Tidak jauh dari sana ada sebuah pilar lagi berwarna coklat keabuan. Sama seperti yang pertama, pilar satu ini juga dilingkari cincin besar berwarna perak.
Sayang, tidak diperkenankan mendekat ke area pilar. Pasalnya, kawasan sekitar dua pilar tempat mengikat buraq itu sedang tahap renovasi.
Adapun buraq sendiri digambarkan sebagai hewan tunggangan berwarna putih, panjang, dan lebih besar daripada keledai. Bukan hewan biasa, buraq memiliki kecepatan tinggi layaknya kilat dalam sekali melangkah
Buraq atau buroq yang merupakan hewan gaib dan tidak akan dijumpai di alam ini.
Buraq bagian dari keistimewaan dan mukjizat Nabi dari Allah Subhanahu wa ta'ala yang tentu saja tidak mungkin bisa ditiru orang lain.
Dikutip dari Konsultasisyariah, Ustadz Ammi Nur Baits ST BA menjelaskan bentuk buraq yakni seperti hewan tunggangan dan ukurannya lebih tinggi dari keledai serta lebih pendek dari bighal. Bighal adalah peranakan hasil perkawinan antara kuda dengan keledai.
Selain itu, berwarna putih dan langkah kakinya sejauh ujung pandangannya. Begitu juga bisa diikat sebagaimana layaknya hewan tunggan
"Dibawakan kepadaku hewan tunggangan berwarna putih, lebih pendek dari bighal dan lebih tinggi dari pada keledai, yaitu buraq." (HR Bukhari Nomor 3207)
.
(wbs)
Lihat Juga :