Miris, Paspor dan KTP Anda cuma Dihargai Secangkir Kopi di Dark Web

Jum'at, 09 Januari 2026 - 08:42 WIB
loading...
A A A
Logika di balik statistik ini mengerikan. Kredensial akun—baik itu media sosial, email, maupun layanan perbankan—dianggap sebagai "kunci induk".

Dengan memiliki kredensial, penyerang tidak hanya mendapatkan satu data, melainkan akses penuh terhadap sejarah, relasi, dan potensi finansial korban yang berkelanjutan.

Riset Kaspersky menyingkap mekanisme rantai pasok data ilegal ini. Sebagian besar halaman phishing yang menjebak korban akan secara otomatis mengirimkan informasi curian tersebut melalui saluran terenkripsi seperti bot Telegram, email khusus, atau panel kendali web yang dikelola penyerang.

Dari titik inilah, data tersebut masuk ke dalam "gudang logistik" pasar gelap sebelum didistribusikan ke saluran penjualan kembali (reselling) secara ilegal.

Valuasi Manusia di Pasar Gelap

Di lorong-lorong dark web, data manusia tak ubahnya barang dagangan di etalase toko kelontong. Data yang dicuri jarang hanya digunakan sekali pakai.

Kredensial dari berbagai kampanye serangan seringkali dikonsolidasikan menjadi satu kumpulan data raksasa (bulk dataset) dan dijual dengan harga paket mulai dari USD50 atau Rp800.000.

Nilai jual data ini sangat bervariasi, ditentukan oleh hukum penawaran dan permintaan, serta seberapa besar potensi keuntungan finansial yang bisa diekstraksi pembeli dari data tersebut.

Kaspersky Digital Footprint Intelligence 2025 memetakan daftar harga rata-rata yang beredar di pasar ilegal tersebut:
Akses Portal Internet Global: Kredensial untuk layanan umum dihargai sangat murah, sekitar USD0,90 atau Rp14.400 per akun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Peringatan Keamanan...
Peringatan Keamanan Temukan AC, TV, dan Mesin Cuci Bisa Diretas
Bukan Cuma Adu Rudal,...
Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran
Claude Diperdaya Peretas...
Claude Diperdaya Peretas untuk Curi Data dan Dokumen Rahasia Meksiko
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Rekomendasi
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Berita Terkini
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Robot Humanoid Cetak...
Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved